DIGITAL SIGNAL PROCESSOR FOSS Z ONE

Foto: Istimewa

JAKARTA, AFTERMARKETPLUS – Genetic Foss Indonesia (GFI) dalam acara buka bersama dengan awak media yang berlangsung di Restaurant Seafood di daerah Cengkareng, jakarta Barat (29/6), sekaligus memperkenalkan Digital Signal Processor (DSP) Foss Z One.

DSP Foss Z One mempunyai fungsi crossover untuk memilah signal yang disesuaikan dengan area kerja masing – masing speakernya.

Fungsi equalizer ini untuk meratakan signal akibat pengaruh akustik di dalam ruang mobil. Kemudian melakukan fungsi time alignment untuk mengatur keberangkatan signal agar datang berbarengan sampai ke telinga dari masing – masing speakernya.

Untuk DSP Foss Z One menyediakan fitur delay dengan resolusi waktu 0,02 milisecond setiap step delaynya.

Nilai 0,02 milisecond ini jauh memperbaiki teknologi time delay sebelumnya boleh jadi ini teknologi DSP sekarang yang lebih akurat dari generasi teknologi DSP sebelumnya.

Erwin Sugiharto, instalatur yang meriset DSP Foss ini mengatakan, “bahwa teknologi DSP kemarin menyediakan piranti equalizer 8 penyetelan yang terbagi dalam 8 band rentang frekuensi yang fixed, dimana dalam setiap band kita hanya boleh melakukan penyetelan satu kali saja. Jelasnya, dalam audible area dari 20 Hz hingga 20 kHz dibagi dalam 8 band, dimana dalam setiap band kita hanya boleh melakukan EQ Cuma sekali. Apabila ada dua bagian yang mesti di EQ dalam satu band frekuensi, maka karena jatah meng EQ hanya sekali, terpaksa di bagian yang semestinya di EQ menjadi tidak di EQ.”

Teknologi DSP Foss memberikan solusi jitu bagi para instalatur untuk dapat memaksimalkan kualitas suara. DSP Foss Z One menyediakan fasilitas penyetelan hingga 16 kali, namun rentang frekuensi penyetelan boleh dimana saja, sesuka – sukanya. Ini kelebihannya.

“Fasilitas equalizer yang liberal ini sangat menarik. Kita dapat mengequalkan signal pada frekuensi berapapun, tinggal mengetiknya. Ini lompatan teknologi luar biasa. Teknologi DSP terbaru ini memungkinkan penyetelan dapat mencapai maksimal karena reproduksi suara yang tidak equal di frekuensi yang berdekatan dapat di koreksi. DSP sebelumnya tidak mampu melakukannya, itu kesaktiannya,” pungkas Erwin. [MNR]

[cml_media_alt id='3704']GENETIC FOSS 1[/cml_media_alt]

SPESIFIKASI:

Digital 8-channel Signal Processor

Inputs 4 x RCA or High-level input
Coaxial input
Optical input

Software Feature

Equalizer 16 band GEQ/PEQ per channel
variable frequency
-12db to + 12db per band, 0.5db per step
Variable Q 0.5 to 9
Time Delay 0.021ms per step and up to 15ms

Crossover Phase correct AP/HP/LP/BP all channels

X-Over Slopes 6db, 12db, 18db, 24db, 30db, 36db, 42db, 48db slopes
(all channels, all bands)

Control Mode DSP Controller; windows PC

Working Voltage DC (9.8-16V)

Working Current 0.6A

About pekik udi irianto 944 Articles
1. Otomotif Tabloid, PT Dunia Otomotifindo - Group of Magazine as Photographer from May 2, 1994 to June 14, 2001 2. Otosport Tabloid, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photographer from June 15, 2001 to December 31, 2001 3. Otosport Tabloid, Automotive Media Supporting Unit, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2002 to December 31, 2002 4. Otosport Tabloid, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2003 to April 5, 2003 5. Auto Bild Magazine, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from May 6, 2003 to December 31, 2008 6. Photographic Section, Auto Bild Editorial Department, Automotif Media, Publishing II Division, PT Infometro Mediatama - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2009 to October 31, 2014 7. aftermarketplus.id as Editor in Chief from August 2, 2015 to present