KONTROL TEKANAN BAN ZENEOS KAMU

Foto: Istimewa

JAKARTA, AFTERMARKETPLUS – Buat bikers pengguna ban Zeneos, tentunya bangga mempunyai alasan tersendiri akan produk Zeneos pilihannya. Tapi alangkah baiknya lebih tahu sedikit teknologi seputar salah satu ban tubeless kualitas unggulan produk PT Gajah Tunggal Tbk. tersebut.

Yang jelas Zeneos merupakan ban Non Aromatic Oil, menggunakan material dengan bahan kimia tidak berbau. Memastikan ban Zeneos yang digunakan lebih ramah lingkungan. Zeneos juga Sync Kerf & Sipe, yakni menggunakan material yang lebih cepat beradaptasi di jalan basah dan kering. Ini jelas sangat bermanfaat, untuk keamanan serta kenyamanan berkendara.

Tread Under Cushion, dimana Zeneos mengedepankan teknologi yang dikembangkan untuk mengatasi tire separation. Bentuknya berupa bantalan ban material, khusus antara tread dengan kerangka.

Ban Zeneos mengusung Advanced Grip Enhancement Design, yakni pembuatan desain pattern atau kembangannya menggunakan komputerisasi untuk menghasilkan presisi. Menghasilkan ban motor yang handal dalam pembuangan air dan pengendalian yang sempurna.

Dodiyanto, Marketing Product Development PT Gajah Tunggal Tbk. mengatakan bikers pengguna Zeneos hendaknya selalu mengecek keausan ban. Jika sudah mencapai titik segitiga TWI (Tread Wear Indicator), ban sebaiknya diganti.

“Terutama untuk perjalanan jauh, gantilah dengan ban baru dan ukuran yang sama. Jangan ganti dengan ukuran lebih kecil,” terangnya.

Untuk musim mudik saat ini, apabila bikers atau pemudik ingin tampilan motornya lebih kelihatan macho, misalnya mengganti ban lebar. Dianjurkan hanya meningkatkan 1 step. Bila semula berukuran 70/90 – 14, apabila diganti hanya sebatas ukuran 80/90 – 14. Ban juga hendaknya diganti dengan kembangan yang sama.

Bikers juga harus teliti saat pemasangan ban, perhatikan rotasinya. Sesuaikan dengan petunjuk yang ada di sidewall (dinding ban). “Kontrol pula tekanan angin pada ban Zeneos Anda. Tekanan angin perlu disesuaikan, yaitu ban depan 2.0 ± 0.2 kg/cm2 dan ban belakang 2.25 + 0.2 kg/cm2,” tukas Dodi.

Tekanan angin akan naik sekitar 2-3 psi, setelah ban dipakai terus menerus. “Istirahatlah sekitar 15-20 menit, supaya tekanan angin kembali normal,” ucap pria ramah ini.

Ada pertanyaan, sebaiknya ban diisi Oksigen atau Nitrogen? Menurut Dodi bila diisi Nitrogen, maka tekanan angin naik stabil 1 psi. “Kalau sejak awal ban sudah diisi Nitrogen, selanjutnya harus tetap Nitrogen. Kalau campur Oksigen, fungsi Nitrogen tadi akan hilang,” tandasnya. [OBK]

About pekik udi irianto 878 Articles
1. Otomotif Tabloid, PT Dunia Otomotifindo - Group of Magazine as Photographer from May 2, 1994 to June 14, 2001 2. Otosport Tabloid, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photographer from June 15, 2001 to December 31, 2001 3. Otosport Tabloid, Automotive Media Supporting Unit, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2002 to December 31, 2002 4. Otosport Tabloid, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2003 to April 5, 2003 5. Auto Bild Magazine, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from May 6, 2003 to December 31, 2008 6. Photographic Section, Auto Bild Editorial Department, Automotif Media, Publishing II Division, PT Infometro Mediatama - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2009 to October 31, 2014 7. aftermarketplus.id as Editor in Chief from August 2, 2015 to present