Keren! Indonesia Memiliki Produsen Pelek Aftermarket Berstandar Internasional

Foto: Istimewa

AFTERMARKETPLUS.id – PAKO GROUP yang merupakan produsen pelek merek lokal asli Indonesia mengundang tim National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) ke pabriknya di Karawang Timur, Jawa Barat. PAKO GROUP menaungi beberapa perusahaan yang fokus memproduksi pelek alloy dan steel (kaleng) untuk kebutuhan mobil penumpang, sepeda motor, serta bus dan truk untuk pasar lokal maupun ekspor.

Perusahaan pelek ini sudah berjalan sejak 1974 dengan fokus utamanya adalah memenuhi kebutuhan pelek OEM (Original Equipment Manufacturer) ke beberapa agen pemegang merek mobil di Tanah Air, di antaranya Toyota, Daihatsu, Isuzu, Mitsubishi, Honda, dan juga Lexus.

Didukung dengan standar mutu tinggi, mesin-mesin canggih, bahan baku pilihan, serta SDM berkualitas, membuat PAKO GROUP juga dipercaya menjadi suplier pelek OEM ke beberapa produsen mobil di Jepang, Jerman, Hungaria, Malaysia, dan Thailand.

“Standar kualitas produk kita cukup tinggi dan memenuhi standar mutu produk pelek di beberapa negara karena itu produk kita dipakai beberapa prinsipal mobil di luar negeri. Bahkan OZ Racing sempat membuat salah satu lineup peleknya di pabrik kami,” ujar Davy Kurnia, Senior General Manager Marketing and R&D Styling Design Department PAKO GROUP.

Proses pembuatan pelek di pabrik PAKO GROUP dilakukan secara efisien baik untuk pelek alloy maupun steel. Untuk membuat 1 buah pelek alloy dari bahan mentah sampai jadi dibutuhkan sekurangnya 2 hari pengerjaan.

“Proses yang paling lama adalah pemanasan pelek alloy yang sudah terbentuk untuk menguatkan struktur dalamnya, karena kurang-lebih dibutuhkan 8 jam untuk benar-benar membuat pelek menjadi solid,” terang Yeremia Dwi, selaku Marketing Departement Head PAKO GROUP.

Dengan metode low pressure casting dalam mencetak pelek alloy, pabrik PAKO GROUP bisa menghasilkan pelek cetak mentah setiap 60 detik. Sebelum bisa digunakan, pelek mentah ini harus melalui beberapa tahapan seperti misalnya melubangi PCD dan pentil, proses x-ray untuk melihat struktur dalam pelek, pemanasan, pengecatan, serta pemotongan di mesin CNC untuk mendapatkan aksen diamond cut finishing.

Prosesnya tersebut sedikit berbeda dengan pelek steel. Bahan baku berupa lempengan besi (koil) dibentuk dengan cara ditekan. Secara paralel lempengan yang membentuk rim (lingkar pelek) dan dish (face) dikerjakan dalam lining dan mesin yang berbeda.

Lalu disatukan dengan cara dilas oleh robot, setelah sebelumnya dilihat titik paling seimbang dan ideal untuk pengelasan. Baru selanjutnya dimasukkan ke proses pewarnaan dengan sistem electro plating agar warna tak mudah pudar dan terkelupas.

“Saat ini kami memproduksi 2 juta pelek per tahun, baik untuk OEM dan aftermarket. Untuk aftermarket kami memang baru fokus 5 tahun belakangan dengan menjual 5 merek yang berbeda. Untuk alloy ada Fortis dan Pako, sementara steel ada merek Avantech, AVT, dan Inko. Meski kami bisa memproduksi hingga ukuran 20 inci, namun saat ini yang dipasarkan adalah diameter 15-18 inci,” kata Davy.

Menariknya, karena sudah memiliki pengalaman dalam memproduksi pelek dengan standar mutu OEM, maka hal tersebut diterapkan dalam mengembangkan pelek aftermarket.

Dimulai dari riset pasar untuk mencari tahu apa yang diinginkan konsumen, selanjutnya dituangkan ke dalam desain mentah dan 3D, lantas dilakukan pengujian dengan bantuan software khusus, membuat prototype wheel, dan diuji kembali di lab khusus untuk mengetahui kekuatannya dalam kondisi ideal pemakaian. Artinya pelek aftermarket PAKO GROUP tak sekadar menjual desain semata.

Sebagai produsen pelek berpengalaman, PAKO GROUP tak sekadar membuat pelek dengan desain yang dibawa klien, namun juga memiliki divisi desain dan R&D, termasuk bagian yang membuat cetakan pelek sendiri.

“Kami berusaha memberdayakan desainer pelek lokal yang karya-karyanya tak kalah dengan desainer luar negeri. Bahkan beberapa prinsipal mobil menggunakan pelek hasil karya desainer kami,” imbuh Davy.

Saat ini terdapat 12 model pelek Fortis yang fokusnya ke mobil-mobil perkotaan dengan gaya elegan. Sementara itu terdapat 3 model pelek Pako yang mengarah ke offroad style dengan beadlock. Untuk lini pelek kaleng terdapat 9 model yang memakai merek Avantech, 1 model untuk merek AVT, dan 4 pilihan model untuk merek Inko.

Rencananya PAKO GROUP akan membawa sejumlah pelek prototipe pada Indonesia Modification Expo (IMX) 2020 yang akan dihelat pada 10-11 Oktober mendatang di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Selain itu beberapa lineup pelek buatan PAKO GROUP juga bakal dijual untuk para pengunjung IMX nanti.

[Rudy Ghupta]