Teknis Seputar Bengkel Cat Asuransi vs Non Asuransi

Foto: aftermarketplus.id

AFTERMARKETPLUS.id – Jika kita mendengar kata bengkel cat tentu saja yang terlintas di pikiran kita adalah tempat perbaikan bodi kendaraan. Tentunya hal ini sangat akrab di kehidupan sehari-hari terutama di kota-kota besar yang seringkali terjadi kecelakan lalu lintas ataupun kelalaian pengemudi yang menyebabkan cat pada bodi pada kendaraan kesayangan kita menjadi rusak.

Perbaikan pada kendaraan ini tentunya akan memakan biaya yang bervariasi, tergantung dari bengkel tempat kita akan memperbaiki kerusakan kendaraan kita. Harga dari tiap bengkel sangat bervariasi, hal ini biasanya juga menentukan kualitas dari hasil perbaikan yang dikerjakan oleh bengkel tersebut.

Bagi kebanyakan pengguna mobil, tentunya ingin melakukan perbaikan dengan biaya yang tidak mahal. Solusi dari masalah ini adalah dengan menggunakan jasa asuransi kendaraan untuk mengurangi biaya dari perbaikan pada mobil.

Dengan menggunakan asuransi maka pengguna jasa asuransi cukup membayar biaya own risk yang relatif murah ,sesuai dengan ketentuan dari asuransi tersebut untuk mendapatkan jasa perbaikan mobil.

Pertanyaan yang sering muncul adalah mengenai kualitas dari hasil perbaikan yang dilakukan oleh pihak asuransi. Pihak asuransi tentunya ingin mendapatkan keuntungan dari para pengguna jasa mereka.

Hal ini tentunya juga akan mempengaruhi harga yang ditetapkan oleh pihak asuransi dengan bengkel rekanan mereka. Bayangkan saja, biasanya para bengkel cat mengenakan biaya pengacatan sekitar Rp. 500ribu- Rp. 1 juta untuk pengecatan per panel.

Hal ini sangat jauh dengan biaya own risk yang biasanya ditetapkan oleh pihak asuransi, yaitu hanya sebesar Rp. 200 ribu per klaim. Berapapun panel bodi yang dicat, harga own risk yang harus dibayarkan tetap sama.

Bayangkan jika anda harus mengecat 4 panel bodi, jika tanpa jasa asuransi , anda harus membayar 2juta – 4juta, sementara dengan jasa asuransi cukup membayar 200 ribu, sangat jauh bukan.

Oleh karena itu, dibawah ini akan disajikan beberapa pendapat mengenai hasil pengerjaan dengan menggunakan jasa asuransi jika dibandingkan dengan jasa non asuransi dari pakar-pakar bengkel cat yang seringkali menjadi rekanan asuransi.

Pendapat Bengkel

Noval, Seven Stars BodyWork Cibubur

Menurut pemilik bengkel bodi seven stars ini, perbaikan dengan menggunakan jasa asuransi tentunya akan lebih rendah kualitasnya dibandingkan dengan menggunakan jasa non-asuransi.

Hal ini dikarenakan rata-rata bengkel rekanan asuransi hanya mendapatkan keuntungan sebesar Rp.30ribu – Rp. 80ribu dari biaya pengecatan per panel yang dibayarkan oleh pihak asuransi.

Hal ini sangat jauh dengan keuntungan yang didapatkan jika pengguna kendaraan membayar sesuai dengan harga yang ditentukan dari bengkel cat itu sendiri, dimana menurut Noval bisa sampai 2x lipat dari modal kerja.

Jika hanya mengandalkan keuntungan yang didapatkan dari asuransi, akan sangat sedikit pendapatan per bulan yang bisa diraih oleh bengkel rekanan asuransi. Oleh karena itu banyak bengkel rekanan asuransi mengurangi kualitas hasil perbaikannya untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak.

Menurut Noval, ada beberapa faktor yang biasanya dilakukan untuk mendapatkan keuntungan, diantaranya :

– Menggunakan bahan dasar cat yang kualitasnya menengah untuk mengurangi biaya pengecatan. Hal ini biasanya mempengaruhi kualitas pengerjaan, akan tetapi tidak terlihat secara langsung, “biasanya cat akan berubah warna setelah 1 tahun,” ucap Noval.

Akan tetapi hal ini bukan merupakan masalah besar, dikarenakan biasanya pengguna jasa asuransi akan kembali melakukan klaim pada pihak asuransi jika hasil pengecatan pada kendaraan mereka kurang baik.

Hal ini menyebabkan asuransi akan kembali menggunakan jasa bengkel rekanan dan bengkel rekanan akan kembali mendapatkan keuntungan dari pihak asuransi.

– Hal lain yang biasanya dilakukan adalah menggunakan dempul atau cat dasar yang kualitasnya menengah. Ini nantinya akan menyebabkan permukaan bodi kendaraan menjadi tidak rata, akan tetapi hal ini juga biasanya dimaklumi oleh pihak asuransi dikarenakan tidak banyak pengguna kendaraan yang dapat melihat hasil cat yang tidak rata pada permukaan kendaraan.

– Selain itu biasanya juga yang dikurangi adalah bahan dasar untuk Glass Coating atau Pernis pada finishing dari pengecatan pada kendaraan. Harga bahan dasar pernis ini sangat bervariasi, dari yang hanya ratusan ribu rupiah per liter sampai dengan jutaan rupiah per liter.

Hal ini tentunya akan mempengaruhi hasil kilap akhir dari kendaraan yang dicat. Tapi perbedaan hasil kilap akhir ini juga baru akan terlihat setelah beberapa bulan ataupun setahun setelah pengecatan. Biasanya cat akan berubah menjadi kusam.

Hal-hal diatas tadi merupakan beberapa trik yang menurut Noval sering dilakukan oleh beberapa bengkel rekanan asuransi untuk menyiasati keuntungan yang didapatkan.

Dari hal diatas, dapat disimpulkan bahwa hasil pengecatan dengan jasa asuransi memiliki kualitas yang lebih kurang dibandingkan dengan non-asuransi, akan tetapi harganya jauh lebih murah jika dibandingkan dengan non-asuransi.

Sekarang kembali kepada anda, pilih harga atau kualitas.

 

About Gilang Budiman 239 Articles
Organisation Experience Honda Civic Indonesia (2002) BMW CAR CLUB INDONESIA (2009-now) Mercedes Benz Club Indonesia (2014-now) Testing driver Ferrari F12, Bmw i8, Bentley, Lotus Elise, Lotus Exige, etc (2011-now) Auto bild magazine (2011 - 2015) Car Review, Otodriver, Car moto (2015-2016 ) Senior Editor aftermarketplus.id (2016-)
Contact: Website