Usaha Jaya Primatek Ingatkan Bahayanya Produk Palsu

AFTERMARKETPLUS.id – Peredaran barang palsu di Indonesia masih sering terjadi. Tak hanya produk konsumer, produk palsu juga terjadi pada industri manufaktur dan konstruksi.

Seperti yang dialami oleh PT Usaha Jaya Primatek (UJP), perusahaan trading & distributor alat-alat manufaktur, konstruksi dan pertambangan dari luar negeri.

Salah satu produk yang dijual oleh Usaha Jaya Primatek yaitu Gasket produksi pabrikan Austria Klinger juga telah dipalsukan.

Produk Asli

Di tengah-tengah gelaran “The 30th International Manufacturing, Machinery, Equipment, Materials and Services Exhibition” di JIExpo, Kemayoran (4/12), Tommy Halim, Direktur Usaha Jaya Primatek (UJP) mengatakan, “Perusahaan kami memiliki komitmen dalam menghadirkan produk-produk berkualitas untuk mendukung industri di tanah air. Namun praktik pemalsuan telah merugikan tak hanya produsen, karena hak atas intelektual – yang melalui proses panjang – telah dilanggar namun juga konsumen sebagai pengguna akhir (end-user) tidak mendapatkan haknya atas keamanan dan kualitas produk yang seharusnya.”

Gasket Klinger adalah produk pelapis sambungan antara dua pipa yang berfungsi mencegah kebocoran.

Produk ini biasa digunakan oleh pabrikan, industri pertambangan dan juga kendaraan bermotor.

“Kebocoran, rembesan cairan pada pipa dapat merusak mesin, dan pada penggunaan pipa beraliran kimia/tekanan tinggi dapat menjadi sangat berbahaya. Oleh karena itu kualitas produk pelapis sangat penting fungsinya untuk mencegah kerugian dan bahaya kerja.” imbuh Tommy.

Produk Palsu

Tommy pun menjelaskan bahwa seringkali produk palsu sekilas mirip dengan barang yang asli. Namun kualitas, komponen, dan kinerja internal gagal memenuhi standar. Sehingga produk mudah rusak dan sering berakibat kerugian gagal produksi bahkan dapat mengakibatkan kecelakaan kerja.

Meski untuk mencegah pemalsuan, Gasket Klinger telah dilengkapi dengan hologram pada produknya dan juga sertifikat dari principal, namun perkembangan teknologi masih memungkinkan dilakukan praktik pemalsuan.

[EYD]