Cara Minimalis Hyundai H-1 Facelift Agar Tampil Modern

Foto: aftermarketplus.id

AFTERMARKETPLUS.id – H-1 merupakan MPV andalah Hyundai untuk pasar Indonesia sepeninggal Trajet. Cara minimalis pun dilakukan Hyundai H-1 agar tampil modern.

Setelah diperkenalkan pada 2008, H-1 akhirnya mendapat sentuhan penyegaran alias facelift yang cukup tampil berbeda.

EKSTERIOR

Bagian depan menjadi skala prioritas perubahan yang dilakukan, terutama di sektor headlamp dan grille. Headlamp besar dengan bentuk segitiga akhirnya ditinggalkan. Begitu pun dengan desain grille yang jauh dari kesan modern.

Kini Hyundai H-1 terbaru mengadopsi desain headlamp lebih pipih dengan grille menyatu. Sekilas bentuknya mirip dengan VW Caravelle, apalagi didukung dengan dimensi besar berukuran 5.125 x 1.920 x 1.925 mm (P x L x T).

JKJ

Penerapan projector lamp yang dipadu dengan LED menjanjikan pancaran sinar terang serta kian menambah kesan modern. Plus penerapan LED Day-time Running Light di bawah foglamp.

Desain stoplamp LED serta desain baru spoiler belakang yang dilengkapi high mount stoplamp menjadi sentuhan baru di buritan.

Dari samping, Anda akan menemukan desain pelek baru yang dipadu ban berukuran 235/60 R17 serta spion yang dilengkapi sein LED.

Rem cakram di keempat roda sebenarnya menjadi sesuatu hal yang janggal untuk sebuah MPV, lantaran tingkat kepakeman yang tidak lebih baik dari jenis tromol. Tapi Hyundai H-1 malah menyematkannya.

Kemungkinan penerapan mesin bertenaga kuat (CRDI) menjadi alasan utamanya. Proses pelepasan panas rem cakram yang sangat baik menjamin kinerja rem tetap optimal selama perjalanan jauh sekalipun.

Apalagi bobot H-1 yang mencapai 2.049 kg, plus penumpang dan barang, akan menyiksa kinerja rem untuk perjalanan jauh. Wajar jika rem belakang H-1 pun telah dilengkapi ventilasi seperti standar rem depan. Artinya, proses pelepasan panasnya kian lebih baik lagi.

INTERIOR

Begitupun di interior, Hyundai hanya melakukan minimalis perubahan agar turut menyelaraskan dengan ubahan eksterior.

Jika dibandingkan dengan desain dasbor H-1 di Korea, tentu penampilannya begitu berbeda. Hal ini dikarenakan Hyundai H-1 di Indonesia tetap menyematkan desain dasbor dari pendahulunya.

“Dasbor H-1 terbaru di Korea bukan lah desain Hyundai secara global, makanya Hyundai di Indonesia memiliki desain yang berbeda,” terang Mukiat Sutikno selaku President Director PT Hyundai Mobil Indonesia saat berbincang di acara Halal Bi Halal (3/7).

Hal ini cukup lumrah, mengingat H-1 menjadi satu-satunya produk yang diproduksi di Indonesia. Jika mengubah desain, otomatis perlu investasi lebih terhadap cetakan sehingga akan menambah biaya produksi yang lebih tinggi.

Apalagi Mukiat Sutikno menambahkan bahwa pihak Hyundai tengah berusaha untuk memberikan harga yang tidak terlampau jauh dari generasi saat ini, meski pengaruh kurs dollar menjadi pertimbangan yang cukup krusial.

Alhasil, H-1 terbaru ini hanya mendapat penambahan fitur tilt and telescopic steering agar posisi mengemudi kian nyaman. Plus auto light control.

Audio Double DIN DVD touch screen yang dilengkapi fitur IOS dan Android ready telah menjadi kelengkapan standar.

Untuk tipe termewah, Hyundai H-1 Royalle akan mendapatkan electric ottoman leather seat di baris kedua.

Sedangkan untuk tipe XG dan Elegance yang mampu menampung 9 orang di dalamnya, akan mendapat swivel seat yang dapat diputar 180° sehingga dapat saling berhadapan dengan bangku baris ketiga.

MESIN

Untuk dapur pacu, Hyundai tetap mempercayai pada dua pilihan; mesin bensin 2.359 cc dan diesel 2.497 cc.

Mesin bensin ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 173 dk dan torsi 227 Nm. Sedangkan diesel bertenaga 168 dk namun memiliki torsi hingga 441 Nm. Keduanya dipadu dengan transmisi otomatis 5-speed.

Dari tipe XG yang tampilkan saat acara halalbihalal lalu, terlihat bahwa mesin bensin yang diusung belum dilengkapi dengan teknologi throttle by wire. Begitu pun dengan material intake manifold yang masih mengandalkan logam, sehingga panas mesin akan mempengaruhi suhu udara masuk ke ruang bakar.

Berbeda dengan mesin dieselnya yang telah dilengkapi Variabel Geometry Turbo (VGT), sehingga tenaga mesin telah terasa sejak di putaran mesin rendah sekalipun. Tak heran jika pilihan mesin diesel menjadi rekomendasi kami.

Apalagi Hyundai H-1 memiliki radius putar yang tergolong kecil untuk ukuran sebuah MPV bongsor, yakni hanya 5,6 meter. Hal ini jelas membuat pengemudi seakan tak merasakan repotnya membawa Big MPV Hyundai ini.

Nah sekarang tinggal menunggu Hyundai merilis harga yang rencananya akan diperkenalkan pada GIIAS 2018.

[Dhany Ekasaputra]