FORWOT ADAKAN DISKUSI TANTANGAN MENUJU EURO 6

JAKARTA, AFTERMARKETPLUS – Rabu (27/7), Forum Wartawan Otomotif Indonesia (Forwot) menggelar diskusi bertema “Tantangan Menuju Euro 6” di Bangi Coffee, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

“Kami mengajak rekan-rekan jurnalis otomotif untuk mendiskusikan tentang seberapa pentingnya implementasi Euro 6 ke depan,” kata Indra Prabowo, Ketua Umum Forwot.

Turut hadir sebagai pembicara perwakilan Pertamina, Ahmad Safrudin selaku Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal, serta Munawar Chalil selaku perwakilan Wartawan Senior, dan Sigit Santoso selaku moderator Liputan6.com.

“Indonesia merupakan negara dengan kualitas standar emisi gas buang terendah di dunia, dengan kualitas standar bahan bakar masih terpaku di Euro 2. Sementara negara-negara tetangga di Asia Tenggara saja sudah menerapkan Euro 4 dan mulai akan beranjak ke Euro 5 dan Euro 6. Sementara pemerintah Indonesia baru menetapkan standar Euro 4 pada tahun 2018,” kata Munawar Chalil.

“Ada sekitar rata-rata 165 orang Indonesia yang meninggal karena pencemaran udara, serta yang terburuk adalah Jakarta. Penerapan Euro 6 selain menghasilkan konsumsi bahan bakar lebih sempurna dan irit BBM, serta menghasilkan kualitas udara yang lebih bersih,” kata Ahmad Safrudin.

“Persoalan standar kualitas BBM, karena Indonesia masih menjadi pasar, dan belum ada kebijakan untuk uji emisi kendaraan secara kontinyu. Jika Euro 6 yang diterapkan di Indonesia, maka kualitas bahan bakar bensin minimal RON 95 alias Pertamax Plus. Jadi memang tahapnya memang harus transisi dulu ke Euro 4 karena batas ambangnya yang lebih berdekatan dengan Euro 2 yang saat ini berlaku di Indonesia, sekaligus melindungi industri dalam negeri,” Triyus Wijayanto, Pengamat dan Konsultan Pertamina.

“Mesin-mesin mobil baru saat ini sebenarnya sudah tidak bisa menggunakan Premium dan Solar, tapi sayangnya masih banyak pengguna mobil yang menggunakan. Kami saat ini lebih menganjurkan menggunakan BBM saat ini. Yang bensin minimal pindah ke Pertalite atau sebaiknya Pertamax. Sementara untuk pemilik mobil diesel bisa pindah dari Solar ke DEX, atau setidaknya Dexlite,” kata Rama, narasumber dari Pertamina.

“Persoalan Euro 6 rasanya masih terlalu jauh di Indonesia, sementara produsen mobil saat ini masih banyak yang memproduksi mesin mobil standar Euro 2, karena ini masih menjadi kebutuhan umum konsumen. Meski demikian kalau tuntutan pasar ada, kami siap menyediakan BBM Euro 4 dalam waktu tidak terlalu lama dari sekarang, sekitar setahun waktu persiapannya,” kata Jaffar dari Pertamina. (Derry Journey)