Genangan Air di Jalan, Kenali Bahayanya Bagi Kendaraan. Awas Aquaplaning!

AFTERMARKETPLUS.id – Musim hujan yang cukup ekstrem di awal tahun 2020 ini mengakibatkan tingginya genangan air di sejumlah jalan Jabodetabek. Meskipun banjir telah surut, namun genangan masih menjadi masalah serius bagi kendaraan.

Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) menjelaskan, Genangan air di jalan tidak boleh diremehkan karena berpotensi membahayakan. Baik roda dua maupun roda empat.

Ia mencontohkan, kerikil atau oli di antara genangan air mengakibatkan pengguna tidak awas dan kendaraan oleng tidak stabil. Selain itu, genangan air juga secara mempercepat umur komponen kendaraan khususnya rem.

“Rem menjadi karat, rusak hingga mengakibatkan blong. Itu kenapa sebaiknya setiap terkena air hujan atau genangan air di jalan biasakan rem dibersihkan dengan air bersih,” jelas Sony kepada Aftermarketplus.id (9/1/2020)

Pendiri SDCI sejak 2007 silam ini juga menambahkan, kasus yang lebih diwaspadai ketika terdapat genangan air adalah hydroplaning atau aquaplaning.

Aquaplaning terjadi ketika kondisi ban kendaraan yang kehilangan penapakan (traksi) pada permukaan jalan saat melintas genangan air di permukaan jalan. Ban akan kehilangan kontak sesaat.

Meskipun genangan air tidak tinggi, namun dapat menyebabkan ban selip karena ada pemisah antara jalan dan ban. Lebih lanjut, sonny menerangkan faktor dapat terjadinya aquaplaning ialah kondisi ban yang tidak prima. Baik dari tekanan udara yang kurang hingga telapak ban yang tidak sesuai (gundul).

“Kecepatan kendaraan juga jadi faktor kenapa kendaraan bisa kena aquaplaning. Ini bisa terjadi dimana saja baik tol maupun jalan umum,” jelas Sony.

Ia menyarankan, jika saat berkendara terdapat banyak genangan air di jalan perlu dikurangi kecepatannya. Maksimal kecepatan kendaraan berkisar 40 kilometer perjam dijalan umum, Namun bisa disesuaikan saat di tol.

Meskipun, batas kecepatan tersebut masih dapat mengakibatkan aquaplaning jika kondisi ban tidak prima. Hal ini menjadi alasan mengapa perlu perhatian terhadap kondisi ban.

Selain itu, usahakan untuk tidak melakukan banyak koreksi hingga manuver mendadak. Apalagi dengan sudut belok tajam yang mengakibatkan ban kehilangan traksi.

Meskipun saat ini terdapat fitur keselamatan di kendaraan roda empat Vehicle Stability Control (VSC) yang dapat menghindari aquaplaning, namun tetap awas terhadap ban dan kecepatan kendaraan.

[Sigit Akbar]