HYUNDAI ALL NEW i20 BUKAN KAYAK MOBIL 200 JUTAAN

Foto: Aftermarketplus

JAKARTA, AFTERMARKETPLUS – Buat Cliff Tjahjonoputra, nama brand Hyundai sangat melekat sejak lama. Ya, keluarganya merupakan salah satu customer loyal brand asal Korea Selatan tersebut.

Cliff yang kini kuliah di Unika Atma Jaya Jakarta pun sempat mendapat warisan Hyundai i20 tahun 2010, sebelum di tahun 2016 dia menjual mobil lawasnya dan membeli Hyundai All New i20 GL AT di momen pameran GIIAS.

“Jujur pas pertama kali liat sneak peak mobil ini, saya kecewa. Fiturnya kurang di antaranya headlight belum projector, pilar C bukan glossy, belum panoramic sunroof mungkin ini terlalu mahal, velg seharusnya bisa masukin yang original bukan yang custom karena warna catnya jelek, remnya juga dari disc brake jadi tromol. Setahu saya, ini tipe terendah yang dijual di India dengan nama Hyundai i20 Magna. Untuk interior bagus dari segi built quality-nya karena pake hard plastic, head unit sudah canggih ada GPS, serta ada blower AC buat penumpang belakang,” buka Cliff.

Meski kecewa, Cliff tetap memutuskan membeli Hyundai All New i20 GLS AT. “Keunggulan Hyundai i20 karena didesain khusus untuk hatchback, berbeda dengan Grand Avega. Setahu saya, hanya Hyundai i20 dan VW Polo yang didesain khusus dengan model hatchback. Ini alasan saya kemudian membeli Hyundai i20 generasi terbaru ini. Dari segi model sangat bagus banget. Apalagi pas test drive, rasanya jauh lebih enak dibanding rivalnya seperti VW Polo maupun Mazda2,” imbuhnya.

[cml_media_alt id='6154']i20-project-1[/cml_media_alt]

Menurut Cliff, kinerja mesin All New i20 tidak spektakuler. “Untungnya sudah pakai teknologi D-CVVT yang menggunakan katup elektrik. Transmisinya juga sayang masih 4-speed, belum 6-speed. Tapi transmisi ini jauh lebih baik dibanding (Hyundai) Grand Avega, jauh. Interior mobil juga sangat kedap, benar-benar enak.

Disetirin juga enak. Menurut saya mobil ini cocok juga buat pengemudi yang posturnya sedang atau pendek sekalipun, karena dashboardnya gak terlalu tinggi. Untuk suspensi jauh lebih enak daripada yang dulu (Hyundai i20 generasi sebelumnya), karena gak terlalu keras dan gak terlalu lembut,” tambah Cliff.

Untuk konsumsi BBM menurut pengalaman Cliff yang menggunakan Shell Super (RON 92), konsumsi dalam kota di kisaran 11,7 km/liter. Untuk luar kota belum dicobanya, tapi logikanya tentu lebih irit.

[cml_media_alt id='6153']i20-project-2[/cml_media_alt]

“Pada akhirnya saya bilang pokoknya gak rugi beli (Hyundai) i20 baru. Fiturnya boleh kurang, tapi buat yang mau beli mobil hatchback yang nyaman harus coba Hyundai i20. Coba saja dibandingkan dengan hatchback lain ataupun i20 yang lama. Salah satunya coba deh test drive hyundai i20 yang baru ke jalanan rusak atau lubang, pasti gak bakal denger bunyi “gruduk” dari dashboard dan jauh lebih enak. Ini yang kadang orang suka gak perhatiin. Mungkin orang hanya perhatiin dari fitur tv dan fitur yang bersifat elektronik tapi gak merhatiin dari segi kenyamanan dan built quality. Buat saya mengendarai mobil ini bukan kayak mobil 200jutaan, tapi udah kayak mobil 300-400 jutaan,” kata Cliff yang juga merupakan anggota komunitas Hyundai i20 Indonesia, Hi20D.

[cml_media_alt id='6155']i20-project-3[/cml_media_alt]

“Saya sangat mengapresiasi APM Hyundai di Indonesia. Walaupun fitur dikurangin tapi built quality tetap gak berubah. Selalu kasih konsumen built quality yang baik bahkan terbaik dengan harga yang sama dan lebih murah dari mobil lainnya. Pokoknya ini jauh lebih baik daripada rivalnya bahkan i20 yang lama,” tutupnya.

Bagaimana, menurut Anda? (Derry Journey)

Catatan: Jika Anda tertarik, profil dan mobil keseharian ataupun profil/kegiatan klub mobilnya diulas di aftermarketplus.id, silakan berkirim email pengajuan ke derry.journey@gmail.com atau aftermarketplus9@gmail.com.