INDUSTRI OTOMOTIF INDONESIA SEMAKIN SERIUS GARAP MEDIA ONLINE

Foto: Istimewa

JAKARTA, AFTERMARKETPLUS – Tahukah Anda jika menurut data Internet World Stats (Internet World Stats), jika 50,2 % pengguna internet di dunia pada tahun 2016 ini berasal dari kawasan Asia dengan jumlah pengguna sekitar 1,84 miliar manusia.

Alhasil sistem penguatan merek hingga kepada upaya pemasaran produk di dunia maya semakin menjadi pilihan para pelaku industri. “Di tahun 2016 berdasarkan observasi kami, minat konsumen memang lebih kepada media online. Itulah satu di antara pertimbangan kami untuk mengarahkan budget iklan kami lebih ke media online, selain ke tivi,” kata Budi Nur Mukmin, General Manager Marketing Strategy & Communication Division PT Nissan Motor Distributor Indonesia.

Tidak hanya Nissan, tanpa banyak publikasi di media massa, PT Toyota Astra Motor menggandeng salah satu Youtuber paling populer di Indonesia, SkinnyIndonesia24, untuk mempromosikan Toyota Sienta salah satu model kendaraan keluarga terbaru mereka. Video Toyota Sienta dan SkinnyIndonesia24 bisa Anda di akun resmi YouTube Toyota Indonesia.

Sebenarnya fenomena belanja iklan di media online juga terjadi di negara-negara maju. Kanada misalnya menurut laporan situs The Star, Rabu (26/10), pada tahun 2015 belanja iklan di media online lebih besar dibanding media televisi dengan perbandingan US$9,8 miliar berbanding US$8,9 miliar.

Pertanyaannya kini dengan semakin berjubelnya media online otomotif di Indonesia tentu dibutuhkan positioning dan strategi marketing yang tepat untuk merangkul biaya belanja iklan dari para pelaku industri otomotif tanah air.

Apalagi persaingan media otomotif di tanah air juga turut diwarnai dengan investasi PMA dengan nilai investasi yang dapat dikatakan megah. (Derry Journey)