Ini Dia Lima Lima Finalis FORWOT Car Of The Year 2018

Foto: Istimewa

AFTERMARKETPLUS.id – Forum Wartawan Otomotif Indonesia (FORWOT) kembali menggelar penghargaan bergengsi.

Pada ajang bergengsi ini, FORWOT Car of the Year berhasil menghimpun 23 mobil benar-benar baru bukan minor change, major change, dan penambahan varian dari pabrikan asal Jepang, Korea, Amerika, hingga Eropa.

FORWOT Car of the Year 2018 diselenggarakan untuk memberikan rekomendasi mobil-mobil terbaik yang diluncurkan dalam periode yang telah kami tentukan. Di sini, kami meninjau dan menimbang dari berbagai aspek untuk menilai mobil apa saja yang layak dan pantas masuk guna diadu dan keluar sebagai mobil terbaik.

Dalam pemilihan tahap pertama melibatkan seluruh anggota FORWOT. Hasilnya, mayoritas suara menjatuhkan pilihan pada lima model (berdasarkan abjad) yaitu: DFSK Glory 580, Mitsubishi Xpander, Suzuki Ertiga, Toyota Rush, dan Wuling Cortez.

Proses penjurian mengacu pada “Car of the Year” dari Car of the Year Committe atau www.caroftheyear.org yang dipakai untuk pemilihan mobil terbaik di Eropa namun telah disesuaikan dengan kondisi pasar otomotif di Tanah Air.

“Dalam pemilihan FORWOT Car of the Year 2018 ada beberapa catatan menarik. Pertama, dua brand asal Cina untuk pertama kalinya masuk dalam daftar finalis. Kedua, lima finalis juga menggambarkan pasar Indonesia yaitu MPV (3 model) dan SUV (2 model). Dan ketiga, jumlah mobil baru yang masuk kategori penilaian turun dari 32 model pada tahun 2017 lalu menjadi hanya 23 model pada tahun ini. Hal tersebut menunjukkan kondisi pasar Indonesia yang masih kurang bergairah,” terang Zainal Abidin, Wakil Ketua Umum FORWOT.

Selanjutnya, penjurian FORWOT Car of the Year 2018 akan memasuki tahap menentukan satu mobil terbaik. Pengumuman FORWOT Car of the Year 2018 sendiri akan digelar pada Jumat, 28 September 2018, di Jakarta.

“Pada FORWOT Car of the Year 2018 kami melibatkan partisipasi seluruh anggota FORWOT untuk memberikan penilaian, tidak hanya terbatas pada panel juri. Hal ini diharapkan bisa memberikan penilaian yang lebih beragam dan komprehensif,” imbuh Raju Febrian,  Ketua Dewan Juri.

[EYD]