KENAPA TOYOTA CALYA PANTAS DIBURU KONSUMEN PEMULA?

Foto: Aftermarketplus

JAKARTA, AFTERMARKETPLUS – Kehadiran Toyota Calya di segmen kendaraan bermotor hemat bahan bakar dan harga terjangkau (KB2H) di event GIIAS 2016 media Agustus lalu telah sangat mengubah peta pasar mobil keluarga.

Dengan harga maksimal Rp 150 juta on the road Jakarta (tipe G AT) dan kepemilikan pertama (harga sewaktu-waktu dapat berubah), konsumen Toyota Calya sudah bisa mendapatkan mobil keluarga berkapasitas tujuh penumpang dengan mesin baru 1,2-liter Dual-VVTi yang bertenaga namun efisien dalam konsumsi BBM.

Buat konsumen yang baru mau migrasi dari segmen kendaraan roda dua (sepeda motor) ataupun mobil bekas, spesifikasi Toyota Calya di atas rasanya sudah cukup menjadi magnet pemikat di Indonesia.

Berdasarkan penelusuran kata kunci “simulasi kredit Toyota Calya Jakarta” di mbah Google, didapatkan informasi uang muka sekitar Rp 28 juta dan nilai angsuran Rp 2,7 juta per bulan.

Dengan konstruksi desain baru yang mengingatkan pada Toyota Avanza di bagian depan dan Toyota Kijang Innova di bagian belakang, pembeli Toyota Calya jelas tidak sekadar mendapatkan mobil keluarga dengan harga “murah”.

Di bagian eksterior di antaranya sudah dilengkapi dengan fitur lampu kabut (fog lamp), velg alloy two-tone 14-inchi.

Sementara di bagian interiornya, desain dashboard dibuat model floating melalui aksen dua warna. Panel instrumen juga jelas dan nyaman dilihat, serta posisi tuas transmisi yang “menggantung” di bagian tengah dashboard. Meski mungkin perlu sedikit penyesuaian, namun posisi tuas transmisi ini terhitung tetap ergonomis alias mudah pengoperasiannya.

Toyota pun sangat memperhatikan faktor keselamatan di antaranya melalui keberadaan dual airbag untuk pengemudi dan penumpang depan.

Desain tempat duduk di baris ketiga juga bukan sekadar “gimmick” 5+2, karena mampu mengakomodir ruang kaki dan kepala penumpang dewasa. Di bagian tengah di antara kursi depan terdapat slot power supplay yang memudahkan penumpang di baris kedua untuk mengisi tenaga baterei smartphone dan gadget.

Lalu ada fitur kisi-kisi pendingin udara di bagian langit-langit kabin, sehingga aliran udara dingin dapat terdistribusi dengan baik untuk penumpang baris kedua dan ketiga. Plus, setiap kursi telah dilengkapi sandaran kepala.

Untuk kebutuhan kemudahan akomodasi, penumpang cukup melipat kursi baris kedua dengan sekali sentuhan.

Sedianya pekan depan, Rabu (14/9) dan Kamis (15/9), PT Toyota Astra Motor (TAM) akan mengajak media nasional untuk menguji lebih dalam kelebihan Toyota Calya dengan rute Semarang – Solo.

Seperti apa keseruannya? Nantikan laporan kami berikutnya… (Derry Journey)