Mengantuk Saat Berkendara, Awas Microsleep!

Foto: Istimewa

AFTERMARKETPLUS.id – Pernah mengantuk saat berkendara? Atau merasa setengah tertidur, lalu sadar jika sudah sampai tujuan? Ternyata, tanda-tanda tersebut tidak boleh disepelakan, lho! Sebab, sebagian otak Anda sudah tertidur, meskipun mata tetap melek sembari menyetir.

Menurut dr Andreas Prasadja, salah satu faktor terbesar penyebab kecelakaan bermula dari mengantuk. Baik berkendara jarak pendek maupun jarak jauh. Jika sudah mulai menguap lebih baik melipir dan rehatkan badan sampai fit kembali.

“Mengendara dalam kondisi mengantuk lebih bahaya daripada orang mabuk. Banyak orang ngantuk saat berkendara tidak sadar pada dampak dan memaksakan diri agar cepat sampai tujuan,” kata dokter yang praktek di Snoring & Sleep Disorder Clinic ini kepada aftermarketplus.id.

Baca juga: http://aftermarketplus.id/aktual/waspada-mengantuk-di-jalan-kenali-tahapan-bahayanya

Ia juga menjabarkan bahwa pengendara mengantuk berdampak mulai dari menguap, tidak awas terhadap sekitar, respon dan refleknya buruk hingga yang terjadi pada tahap microsleep.

Yaitu pada sepersekian detik tingkat fokus hilang selama beberapa detik dan mengenjutkan pengendara saat tersadar.

”kok saya sudah sampai sini ya? Kalau sudah tidak sadar saat berkendara seperti itu, mana mungkin masih dipaksakan lagi berkendara? Setengah sadar, setengah enggak,” terang dokter praktisi kesehatan tidur di Indonesia ini kepada aftermarketplus.id di Klinik Tidur Rumah sakit Mitra Keluarga Kemayoran.

[SGT]