Perjalanan Turing Yamaha NMax dan Honda ADV yang Penuh Tantangan di Tengah Pandemik Covid-19

AFTERMARKETPLUS.id – Bagai sebuah dilema saat memutuskan perjalanan Jakarta – Lombok PP untuk menguji daya tahan pelumas Master di awal Maret 2020. Namun banyak cerita dan cara untuk menghindari sebaran virus sepanjang perjalanan.

PERJALANAN PUN DIMULAI

Setelah melakukan persiapan seminggu di awal Maret, akhirnya kami harus start tanggal 10 Maret saat korban akibat Covid-19 baru ditemukan 2 orang di bilangan Depok.

Beruntunglah kami memulai perjalanan saat hari kerja sehingga rute Tangerang – Geopark, Pelabuhan Ratu via Malimping yang berjarak sekitar 320 km, sehingga cukup sepi. 

Pemandangan indah terus kami temui via jalur pantai Selatan (PanSela) ini hingga rest kedua di Pangandaran. Di rute ini, ketersediaan SPBU cukup langka sehingga Sobat wajib memperhatikan jumlah bensin di indikator. 

Dengan konsumsi bensin Yamaha NMax 31.4 km/l dan Honda ADV 36.5 km/l – motode full to full – dengan jenis Pertamax, kami memutuskan untuk mengisi bahan bakar setiap jarak 180 – 200 km.

Oh yaa, kapasitas tangki Yamaha NMax telah diubah menjadi 9.5 liter untuk mengakomodir kapasitas mesin yang telah menjadi 200 cc, sedangkan Honda ADV 8 liter untuk mesin 150 cc. 

Memasuki hari ketiga, rute jalur Selatan – Selatan menuju kota Yogyakarta, motor dapat dipacu hingga kecepatan maksimal hingga 125 km/jam untuk Yamaha NMax dan Honda ADV dengan berboncengan bisa mencapai 113 km/jam di speedometer.  

Sebagai gambaran, setiap pengisian bahan bakar yang dilakukan secara bersamaan, kedua trip meter selalu berselisih sekitar 11 – 16 km antara kedua motor ini. Lebih sedikit Yamaha NMax ketimbang Honda ADV.

Begitu pun saat diukur dengan kecepatan di GPS, Yamaha NMax mendekati akurat karena ban yang berukuran lebih besar dari standarnya. Sedangkan Honda ADV bisa mencapai 6 – 7 km/jam lebih cepat dari GPS. 

Satu yang cukup unik adalah penggunaan bahan bakar jenis Pertalite (RON90), ternyata membuat konsumsi BBM menjadi lebih irit ketimbang Pertamax (RON92).

Dari beberapa kali pengukuran, selisih iritnya bisa mencapai 2- 5 km/l dan getaran mesin lebih halus. Rekor tertinggi Yamaha NMax bisa mencapai 35 km/l dan Honda ADV 41.7 km/l.

USAHA PERTAHANAN DIRI

Satu yang unik saat berada di kapal penyeberangan adalah tak banyak berinteraksi dengan banyak orang. Bahkan saat penyeberangam ke pulau Lombok, kami menyewa kamar ABK dengan harga Rp 200 – 250 ribu. Plus semprotan antiseptik yang slalu kami gunakan sesering mungkin selama berada di kapal feri.

Pandemi Covid-19 yang kian parah membuat saya dan tim kian memperketat perilaku kami dalam turing ini.

Salah satu adalah anjuran untuk memperkuat imun di dalam tubuh. Tak heran beragam produk herbal dan vitamin C dosis tinggi terus kami konsumsi setiap hari. Plus kebutuhan tidur 8 jam per hari.

Begitu pun dengan kota-kota yang kami singgahi untuk bermalam, hampir semuanya kota kecil seperti Banyuwangi, Salatiga, Tegal, Subang dan lainnya. Bahkan Bali tak kami singgahi alias dari Lombok langsung menuju pulau Jawa. 

Pemilihan tempat makan juga menjadi penting, mengingat pandemi Covid-19 kian merajalela, warung makan pinggir jalan di rute luar kota menjadi pilihan terbaik.

Plus makanan olahan baru atau panas seperti sate, bakso, mie ayam atau soto menjadi favorit, plus minuman wedang jahe atau teh hangat.

HASILNYA…

Saya dan tim berhasil kembali ke Jakarta atau Tangerang dengan selamat tanpa ada gejala Covid-19, meski tetap harus mengisolasi diri di rumah. 

Begitu pun dengan pengujian pelumas Master SAE 10W-30 dan 10W-40 khusus motor matik Jakarta – Lombok PP sejauh 3.381 km berhasil dilewati. Meski saat ini kami menunda untuk melakukan pengujian lab, namun sampel telah tersimpan rapi. 

Dari impresi berkendara, hingga kami kembali, penurunan performa tetap terjadi sejak trip meter mencatat sekitar angka 2.500 km dan di Yamaha NMax menyisakan oli 650 ml, yang artinya mengalami penguapan sekitar 200 ml.

Sedangkan di Honda ADV, penyusutan sangat minim alias hanya 50 ml dan di dipstick tak begitu tampak terlihat.

[Dhany Ekasaputra]

About Dhany Ekasaputra 217 Articles
Experience 1. Racing Driver (1999-2002) 2. Testing Driver, e.g : Lamborghini Aventador, Lamborghini Gallardo, Lotus Elise, Nissan GT-R, Nissan Juke R, McLaren 650 S, etc (2001-2015) 3. Journalist Otosport (2001-2003) 4. Journalist Auto Bild Indonesia (2003-2009) 5. Technical Editor Auto Bild Indonesia (2009-2015) 6. Instructor Safety Institute Indonesia (2014-2016) 7. Operational Manager PT OtoMontir Kreasi Indonesia (2015-2017) 8. Managing Editor aftermarketplus.id (2017- )