YAMAHA GELAR SAFETY RIDING BAGI PELAJAR SMA DI JAKARTA

Foto: Istimewa

JAKARTA, AFTERMARKETPLUS – Sebagai bagian dari edukasi belajar teori dan praktek safety riding, Yamaha menggelar event Yamaha Goes to School di lima SMU di Jakarta yaitu SMA Negeri 10, SMA Negeri 4, SMA Negeri 35, SMA Negeri 2, SMK Diponegoro (24-29/7).

Yamaha menyediakan motor-motor populer berteknologi Blue Core dalam kegiatan ini, seperti Aerox 155, Fino Grande, All New Soul GT dan Mio M3.

Alfiona Dernanti, siswi kelas 12 SMAN 35 Jakarta mengatakan, “Saya tertarik belajar safety riding, kebetulan mau bikin SIM (Surat Izin Mengemudi). Dari belajar ini saya jadi tahu ternyata naik motor harus tahu tekniknya, nggak asal naik motor. Event seperti ini bagus, mengenalkan teknik safety riding seperti cara pakai helm, posisi berkendara dan lainnya. Saya pasti akan menerapkannya. Jadi tambah semangat, terimakasih Yamaha untuk edukasinya.”

Belajar teori dan prakteknya saya suka. Jadi tahu cara duduk yang seimbang, pegang stang yang benar, riding position, pakai safety gear. Bantu banget informasi ini untuk meningkatkan kesadaran diri saat naik motor berkendara yang safety dan menghindari kecelakaan. Terimakasih Yamaha Semakin di Depan,” tutur Helmi Afarel, siswa kelas 12 SMAN 35 Jakarta.

“Pihak sekolah sangat mendukung kegiatan yang dilakukan Yamaha ini karena berhubungan dengan kesiapan anak-anak khususnya yang naik motor untuk pandai dan sopan santun di jalan. Di sekolah kami ini yang tidak punya SIM tidak boleh bawa motor ke sekolah. Sekolah peduli terhadap keselamatan dan tertib berkendara. Dari Yamaha ini bagus, tidak hanya teori tapi ada prakteknya juga,” sebut Dayat M.Pd, Wakil Kepala Sekolah bagian Kurikulum SMA Negeri 35 Jakarta.

Yamaha Goes to School

Dalam rangkaian event Yamaha Goes to School di bulan Juli ini para instruktur Yamaha Riding Academy (YRA) mengajarkan teknik-teknik dasar berkendara seperti pengenalan, cara penggunaan saftey gear, riding position (cara duduk, fokus pandangan, teknik berbelok).

”Dalam prakteknya peserta dilatih berbagai teknik berkendara yang sekaligus mendapatkan penilaian. Misalnya di bagian yang kami sebut pos keseimbangan dilihat kestabilan peserta mengendalikan motor, tidak disarankan menggunakan rem depan karena berpengaruh pada keseimbangan. Kaki tidak boleh turun menginjak tanah, unit motor tidak boleh keluar dari area trek yang ditentukan,” jelas Weki Ardi, instruktur YRA area Jakarta. ”Ada lagi di pos chidori yang dinilai body moving, cara berbelok, fokus konsentrasi berkendara. Unit motor tidak boleh kena pembatas pilon dan tidak boleh keluar jalur trek. Kaki tidak boleh turun ke tanah,” tambah Weki.

Belajar safety riding sambil berkompetisi ini rupanya menarik minat anak-anak sekolah. Mereka sangat antusias mengikuti edukasi teori dan praktek. Terlihat dari suasana yang gembira selama berlangsung dari pagi sampai siang hari.

Dari tiap sekolah akan diambil 10 peserta terbaik untuk mengikuti final regional yang berlanjut ke final nasional. Tersedia hadiah menarik dari Yamaha