Nekat Menerobos Banjir, Ini Komponen yang Harus Dikroscek Sob!

AFTERMARKETPLUS.id – Banjir merupakan kondisi yang menjadi momok bagi para pengemudi mobil. Bukan tanpa alasan, Hal tersebut berpotensi membuat kemacetan menjadi semakin besar akibat jalur yang dilalui tergenang air.

Jika Anda berada di dalam kondisi terjebak banjir, maka ada dua pilihan yang bisa Anda lakukan. Antara Anda berhenti di lokasi tertentu sampai genangan surut, atau terpaksa melibas banjir karena alasan tertentu.

Kedua pilihan ini sama-sama berisiko. Posisi berhenti belum tentu lebih aman, karena bisa jadi posisi Anda berhenti nanti tergenang air banjir dan berefek mobil Anda kemasukan air.

Atau misal mobil menerobos banjir, jika salah perhitungan malah berisiko terjebak di tengah-tengah genangan air dan mengakibatkan komponen mobil cepat rusak.

Apabila Anda bisa melewati dua kondisi buruk tersebut, Anda harus tetap waspada terhadap beberapa komponen mobil tertentu yang notabene pertama kali terkena oleh air saat mobil Anda menerobos banjir. Kira-kira komponen apa sajakah itu?

Berikut penuturan Khaidir Khasan selaku Branch Manager Wuling Fatmawati.

REM
Untuk mobil Anda yang masih menggunakan rem tromol, ada baiknya untuk mencoba menekan rem berkali-kali sampai normal, setelah keluar dari area banjir dan sebelum melanjutkan perjalanan dengan kecepatan normal.

Pasalnya mekanisme rem tromol membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa bekerja optimal ketimbang cakram paska melewati rendaman air banjir.

KAKI-KAKI (As Roda, Tie Rod, Ball Joint, Seal Power Steering)
Pada area komponen as roda, tie rod, dan ball joint biasanya diberikan boot karet yang berfungsi melindungi gemuk sebagai media pelumas masing-masing komponen.

Namun jika boot karet ini robek plus gemuk bercampur dengan air banjir, maka resiko komponen kaki-kaki ini bisa karatan dan lecet. Solusinya, jika kondisi ball joint dan tie rod masih baik, cukup ganti boot karet roda saja dan dilumasi kembali dengan gemuk. Namun jika tie rod dan ball joint sudah oblak, sebaiknya segera ganti baru dibengkel resmi.

ECU (Electronic Control Unit)
Untuk mobil yang sudah mengadopsi piranti Electronic Control Unit (ECU) seringkali posisinya antara di dalam kabin atau di ruang mesin.

Sekalipun sudah didesain dengan penempatan yang aman, namun tetap saja ‘otak’ dari sistem elektronik di mobil ini alergi terhadap air.

Untuk itu, pastikan untuk memperhatikan ketinggian air jika tetap ingin menerjang banjir. Jika ECU terkena cipratan air atau tergenang, siap-siap merogoh kocek belasan hingga puluhan juta rupiah untuk mengganti ECU mobil Anda yang rusak dengan baru.

KABEL dan SEKRING
Kabel dan sekring berperan penting dalam hal sistem kelistrikan mobil. Meski sudah dilindungi dengan baik, namun ada baiknya kabel dan sekring kembali dicek. Hal ini untuk menghindari  korsleting dan kerusakan pada komponen kelistrikan mesin mobil.

AIR FILTER
Air filter pada dasarnya memiliki tugas untuk menjaga flow atau aliran udara bagi kebutuhan mesin, serta menyaring material debu dari udara masuk ke ruang bakar.

Jika mobil kebanjiran, pastikan untuk tidak segera menyalakan mobil dikarenakan air filter sudah basah terkena air. Potensi kerusakan water hammer sangat potensial terjadi apabila Anda memaksakan diri menyalakan mobil dalam kondisi tersebut.

Oli (Mesin, Transmisi dan Gardan)
Jika mobil Anda sudah keburu terendam air, ada baiknya segera menguras pelumas oli mesin maupun transmisi dan gardan Anda.

Pasalnya pelumas yang telah tercampur air, yang terdeteksi lewat warna cairan oli berwarna coklat muda, dapat berkurang daya lumasnya yang dapat mengakibatkan gesekan antar komponen semakin meningkat dan terjadi keausan dini.

Karenanya, lebih baik segera kuras dan mengganti pelumas baru untuk ketiga komponen tersebut.

RADIATOR
Komponen radiator yang berukuran cukup besar seringkali tersangkut partikel kecil, sampah, dan kotoran yang terbawa saat Anda menerobos banjir.

Ada baiknya setelah Anda melewati jalanan banjir, segera bersihkan radiator menggunakan air bersih bertekanan rendah.

Selain itu, kuras air radiator dan isi dengan yang baru agar semakin menyempurnakan proses pendinginan mesin supaya tidak overheat.

Oh ya, Ada baiknya perbaikan tersebut dilakukan oleh teknisi terpercaya di bengkel resmi terdekat supaya terjamin kualitas part serta keahlian teknisinya.

Jangan lupa untuk selalu rutin merawat mesin mobil Anda, agar mobilitas sehari-hari tetap nyaman dan aman di segala kondisi cuaca.

[Firdaus Ali]