Toyota Sumbang Alat Bantu Peraga Pendidikan 5 Unit Kendaraan dan 5 Unit Mesin ke Beberapa SMK di Sulawesi

Foto: Istimewa

AFTERMARKETPLUS.id – Dalam acara Peluncuran Program Vokasi Industri di 5 Kota oleh Kemenperin RI berlokasi di PT KIMA (Kawasan Industri Makassar) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Toyota menyumbangkan alat bantu peraga pendidikan berupa 5 unit kendaraan utuh dan 5 unit mesin utuh.

Penyerahan simbolis bantuan ini diberikan oleh Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam bersama dengan Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM), Darmawan Widjaja kepada perwakilan dari 5 SMK binaan dengan disaksikan oleh Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartarto dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhajir Effendy.

Adapun kelima SMK yang mendapatkan bantuan alat peraga yaitu SMK 5 Makassar, SMK 2 Palopo, SMKN 2 Manado, SMKN 3 Palu, dan SMKN 2 Kendari.

Selain alat peraga, Toyota Indonesia juga akan memberikan bantuan berupa transfer kurikulum yang saat ini masih diujicobakan di beberapa SMK di daerah Jawa Tengah.

Darmawan Widjaja, menyebutkan pada prinsipnya Toyota mendukung segala upaya pemerintah dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan mutu pendidikan di Indonesia.

Salah satunya melalui program Toyota Technical Education Program (TTEP) yang telah berjalan sejak 1991 dengan bekerjasama dengan berbagai Sekolah Kejuruan di tanah air. Bantuan yang diberikan antara lain berupa training manual, pengembangan kurikulum yang terbaru, pelatihan untuk guru, buku panduan technical Toyota, kesempatan untuk melakukan latihan kerja di Toyota, serta fasilitas alat peraga berupa kendaraan Toyota.

“Di masa depan, kami berharap dapat terus melanjutkan dukungan terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia, sehingga bisa turut berkontribusi dalam peningkatan mutu keterampilan di bidang otomotif bagi para siswa di sekolah-sekolah kejuruan,” terang Darmawan.

“Program vokasi industri sangat strategis dalam meningkatkan daya saing industri melalui pengembangan SDM. Selain itu, vokasi bisa mendukung penyediaan angkatan kerja yang siap terjun langsung di dunia industri, apalagi jika didukung dengan sertifikasi khusus,” ujar Bob Azam.

TMMIN telah menyiapkan dan menjalankan Program Vokasi Industri yang berjalan selama 6 bulan, terdiri dari pendalaman keterampilan dasar (fundamental skills) dan praktik langsung di line-line produksi di pabrik-pabrik TMMIN. Jurusan yang ditawarkan adalah yang berhubungan dengan manufaktur otomotif seperti logistik, pemeliharaan (maintenance), percetakan (moulding), dan manajemen produksi.

[EYD]