Waspada Mengantuk di Jalan, Kenali Tahapan & Bahayanya!

Foto: aftermarketplus.id

AFTERMARKETPLUS.id – Mengantuk kerap dirasakan pengendara baik roda dua maupun roda empat. Mulai dampak dari kemacetan jalan hingga kurang fit tubuh akibat kurang tidur bagi pengendara.

Aftermarketplus.id Berkesempatan mewawancarai praktisi kesehatan tidur Indonesia, dr Andreas Prasadja. Menurutnya, terdapat beberapa tahap seseorang akan mengantuk dalam perjalanan dan tingkat bahayanya.

Tahap pertama, tubuh memberikan sinyal bahwa diri pengendara mulai mengantuk. Dampaknya, tidak waspada, dan kurang teliti.

Baca juga: http://aftermarketplus.id/aktual/mengantuk-saat-berkendara-awas-microsleep

Kedua, pengendara mulai menguap sembari ingin sandaran. Hal tersebut sudah dalam kategori bahaya dan dianjurkan untuk tidak melanjutkan perjalanan.

Tahap selanjutnya, terjadinya ‘microsleep’. Pada seperkian detik, tingkat fokus akan hilang tertidur. Biasanya akan mengejutkan saat tersadar. Jika kendaraan ditempuh dengan kecepatan 60 kilometer perjam, maka satu detik saja saat terjadinya microsleep maka jarak yang sudah ditempuh 16 meter perdetik.

Artinya, pengendara tidak sadar diri sembari menyetir sejauh itu. Bayangkan saja jika bertambah kecepatan atau berada di jalan tol?

Selanjutnya, yang paling berbahaya pada tahap tidak sadar 10 hingga 15 menit terakhir perjalanan. Hal tersebut menunjukkan bahwa separuh otak sudah tertidur dan sebagian lagi masih pada posisi sadar.

”Kok saya sudah sampai sini ya? Kalau sudah tidak sadar saat berkendara seperti itu, mana mungkin masih dipaksakan lagi berkendara? sama halnya dengan sleepwalking atau sleeptalking. Setengah sadar, setengah enggak,” terang dokter di Klinik tidur Rumah sakit Mitra Keluarga Kemayoran.

Alumnus Kedokteran Universitas Katolik Atma Jaya ini menerangkan, kemampuan berkendara, konsentrasi, kewaspadaan, refleks menghindar tersebut hanya dibangun pada saat tidur. Juga sama halnya dengan kemampuan kognitif, mental dan stabilitas emosional yang dibangun. Hal tersebut terjadi pada tahap tidur ‘R’ atau Rapid Eye Movement.

Ia juga berujar, belum ada satu zat pun yang bisa menggantikan efek restoratif dari tidur.

[SGT]