Wujudkan Impian Anak-Anak, Honda Dukung Festival Dongeng Internasional Indonesia 2018

Foto: Istimewa

AFTERMARKETPLUS.id – PT Honda Prospect Motor (HPM) berpartisipasi sebagai sponsor utama dalam acara dongeng terbesar di Indonesia, yaitu Festival Dongeng Internasional Indonesia (FDII) 2018 yang digelar pada 3 – 4 November 2018 di Museum Nasional, Jakarta.

Melalui ajang ini, Honda ingin menginspirasi anak-anak melalui kekuatan impian sesuai dengan slogan “The Power of Dreams” yang diusungnya.

Terinspirasi dari perjuangan Soichiro Honda dalam mendirikan perusahaan Honda pada 1948, kini Honda menyuguhkan dongeng “The Power of Dreams” sebagai inspirasi bagi anak-anak Indonesia untuk berani menggapai mimpi-mimpinya.

Selain itu, Honda juga menyampaikan pentingnya kebersamaan bersama keluarga, serta memberikan edukasi untuk menjaga kelestarian lingkungan sedari dini yang dikemas dalam bentuk dongeng yang menarik.

Tidak hanya itu, Honda juga membuka booth “Wall of Dreams” sebagai sarana dalam mengembangkan kreativitas anak-anak melalui kegiatan menggambar dan mewarnai. Setiap anak diberikan kebebasan dalam menggambarkan mobil impian yang dapat memberikan kebahagiaan bagi pemakainya sesuai dengan imajinasi masing-masing.

“Perusahaan Honda didirikan di atas kekuatan impian untuk mewujudkan mobilitas yang menyenangkan untuk semua orang sekaligus memastikan kesenangan tersebut berlanjut hingga generasi mendatang melalui teknologi yang ramah lingkungan. Melalui medium dongeng, kami juga ingin menanamkan nilai- nilai kekuatan impian, inovasi dan mencintai lingkungan hidup sedari dini kepada anak-anak Indonesia,” terang Jonfis Fandy selakuMarketing & After Sales Service Director PT HPM.

Festival Dongeng Internasional Indonesia merupakan acara tahunan ke-6 yang digelar untuk memberikan keceriaan, inspirasi, motivasi dan pengembangan imajinasi bagi anak-anak melalu aktivitas mendongeng.

Para pendongeng dari berbagai negara turut hadir untuk menyuguhkan pertunjukan dongeng terbaiknya, diantaranya Giovana Conforto dari Italia, Richard Dian Vilar dari Filipina serta Ariyo Zidni dan Rona Mentari dari Indonesia.

[WAP]