Wuling SUV Akan Pakai Mesin Chevrolet dengan Transmisi Dual Clutch

Foto: aftermarketplus.id

AFTERMARKETPLUS.id – Setelah Wuling Confero mengadopsi mesin Chevrolet Spin, kini Wuling SUV yang memiliki basis dari Baojun 530 akan mengadopsi mesin dari produsen yang sama. Berteknologi S-TEC III, mesin DOHC ini memiliki kapasitas 1.451 cc yang telah dilengkapi turbocharged.

Medium SUV Wuling ini akan menggunakan dapur pacu dengan kode LL5. Mesin ini memiliki rasio kompresi statis di angka 9,5:1. Artinya, unit ini belum mengadopsi teknologi direct injection, sehingga perlu merendahkan rasio kompresi dinamis – jika dibandingkan dengan mesin Honda Turbo yang memiliki rasio kompresi statis hingga 10,3:1. Hal ini bertujuan agar campuran udara – bensin tidak terbakar lebih dulu atau mengalami knocking.

Dengan komposisi ini, Wuling SUV mampu menghasilkan tenaga sebesar 150 hp di 5.500 rpm dan torsi sebesar 230 Nm di 2.000 – 3.800 rpm. Namun untuk spesifikasi di Indonesia, pihak Wuling memaparkan bahwa tenaga mesin hanya 147 hp di 5.500 rpm. Kemungkinan ada sedikit penyesuaian untuk kondisi Indonesia, seperti penurunan tekanan turbo agar sesuai dengan bahan bakar dengan RON92.

Asyiknya, Baojun 530 memiliki 3 pilihan transmisi, yakni manual 6-speed, CVT dan Dual Clutch 6-speed. Jika berbicara melihat ketatnya persaingan di kelas Medium SUV, pilihan Dual Clutch 6-speed merupakan pilihan terbaik untuk memberikan nilai lebih untuk konsumen Wuling di Tanah Air, mengingat dual -clutch identik dengan transmisi tercanggih saat ini.

Apalagi image SUV di Indonesia memiliki posisi yang lebih tinggi ketimbang MPV. Tak heran jika komposisi mesin 1.5L turbo dengan transmisi dual-clutch 6 percepatan merupakan pilihan tepat sebagai tipe termewah dari Wuling SUV alias berada diatas Wuling Cortez 1.8L i-AMT.

Nah kebayang dong sob, bahasa marketing pasti akan sangat mudah diterima konsumen dengan komposisi seperti ini. Apalagi harga, sudah pasti kompetitif jika dibandingkan dengan brand asal Jepang atau Eropa.

[Dhany Ekasaputra]

About Dhany Ekasaputra 146 Articles
Experience 1. Racing Driver (1999-2002) 2. Testing Driver, e.g : Lamborghini Aventador, Lamborghini Gallardo, Lotus Elise, Nissan GT-R, Nissan Juke R, McLaren 650 S, etc (2001-2015) 3. Journalist Otosport (2001-2003) 4. Journalist Auto Bild Indonesia (2003-2009) 5. Technical Editor Auto Bild Indonesia (2009-2015) 6. Instructor Safety Institute Indonesia (2014-2016) 7. Operational Manager PT OtoMontir Kreasi Indonesia (2015-2017) 8. Managing Editor aftermarketplus.id (2017- )