MENGUKUR KUALITAS KEAMANAN MOBIL-MOBIL HYUNDAI DI INDONESIA (1)

Foto: Istimewa

MANCANEGARA, AFTERMARKETPLUS – Buat konsumen kelas smart buyer, faktor keamanan kendaraan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam membeli.

Jika Anda termasuk di kalangan tersebut, maka Euro NCAP yang merupakan lembaga pengujian level keamanan dan keselamatan kendaraan di Eropa pantas menjadi acuan. Mengapa?

Ada dua indikator setidaknya. Pertama, Euro NCAP bekerja secara independen, berbeda dengan NHTSA di Amerika Serikat yang masuk ke dalam payung pemerintahan di bawah departemen transportasi.

Kedua, masyarakat di Eropa dikenal sebagai konsumen paling kritis di dunia khususnya dalam hal reliabilitas, desain dan keamanan kendaraan. Dan Euro NCAP yang bermarkas di Belgia acap kali menjadi standar acuan masyarakat Eropa dalam membeli mobil baru.

Salah satu pabrikan asal Asia asal Korea Selatan, Hyundai, termasuk agresif dalam merancang dan membuat keamanan dengan standar Eropa, termasuk untuk melalui standar pengujian yang ketat di Euro NCAP.

Agresivitas Hyundai untuk memproduksi mobil dengan kualitas Eropa dan memenuhi standar Euro NCAP setidaknya telah ditandai sejak tahun 2012, dimana Hyundai menjadi pabrikan kedua asal Asia setelah Toyota yang tergabung menjadi anggota European Automobile Manufacturer’s Association (ACEA).

Setahun kemudian pada tahun 2013, Hyundai meresmikan pusat pengujian kendaraan senilai 5,5 juta Euro dan memiliki akses khusus langsung ke sirkuit Nürburgring. “Dalam mengembangkan kualitas kendaraan Hyundai di Eropa yang berpusat di Rüsselsheim – Jerman, acuan perbandingannya adalah kendaraan-kendaraan produksi Volkswagen,” kata Sandy Hartono, Interior Design (Section Manager) di Hyundai Motor Europe Technical Center GmbH, pada aftermarketplus.id pada saat bertemu di pameran GIIAS 2016 lalu.

Lalu bagaimana kualitas kendaraan-kendaraan Hyundai yang dipasarkan di Indonesia saat diuji di Euro NCAP? Ikuti di artikel berikutnya… (Derry Journey)