Apa itu Porting Polish?

Foto: aftermarketplus.id

AFTERMARKETPLUS.id – Berbicara modifikasi mesin tentu tak jauh dari urusan porting polish di kepala silinder (cylinder head).

IMG-20180508-WA0017Sebenernya, apa sih porting polish? Benarkah bisa meningkatkan performa mesin atau bikin irit konsumsi BBM? Simak ulasan ini sob…

PORTING
Porting memiliki arti pada pembentukan ulang saluran masuk dan buang agar sesuai dengan tujuan mekanik dalam membangun sebuah mesin. Lantaran mesin merupakan produksi massal, tentu tingkat kepresisian perlu diperbaiki agar kinerja mesin kian optimal.

Untuk mencari performa mesin, tentu porting untuk memperlancar aliran udara masuk dan buang perlu dilakukan. Sebab dengan meningkatnya efisiensi volumetric sebuah mesin, secara otomatis akan meningkatkan tenaga mesin tersebut.

Namun ada beberapa mekanik yang lebih mengedepankan pada mengoptimalkan terhadap konsumsi BBM agar bisa lebih irit atau menggunakan bensin dengan oktan lebih rendah.

Dengan memberikan turbulens berlebihan di saluran masuk, membuat campuran bensin dengan udara kian homogen sehingga lebih mudah terbakar.

Konsep ini sebenarnya sudah diterapkan oleh Mitsubishi era 80-an yang dikenal dengan teknologi cyclone.

Dengan membuat udara berputar, membuat kecepatan aliran gas kian cepat sehingga lebih homogen dan mampu menghasilkan tenaga diputaran mesin lebih rendah.
Tenaga besar di putaran mesin rendah, otomatis lebih cocok untuk kondisi ‘stop n go’ sehingga membuat konsumsi BBM menjadi lebih irit.

Tapi resiko dari turbulens berlebih adalah tenaga puncak akan tereduksi sehingga menjadi tidak efisien.

IMG-20180508-WA0014Karena pada dasarnya untuk mesin N/A (Normally Aspirated), melakukan porting, otomatis akan mengubah karakter mesin, lantaran jika ‘volume’ bertambah, maka ‘speed’ akan menurun.

Agar tepat sasaran, flowbench menjadi syarat mutlak untuk dimiliki bengkel agar konsep porting dapat tepat sasaran.

Jadi porting untuk kebutuhan mesin drag race dengan rally, menjadi sangat berbeda.
Begitu pun di kendaraan harian, bentuk porting serupa akan memperoleh hasil akhir yang berbeda, mengingat bentuk desain intake port yang berbeda dari tiap mesin.

Kecuali setiap kepala silinder di QC (Quality Control) dengan alat flowbench agar target ‘volume’ dan ‘speed’ di intake atau exhaust port tetap terjaga sesuai rekomendasi.

POLISH
Biasanya paket setelah porting adalah polish. Sesuai namanya, artinya adalah menghaluskan permukaan.

Misalnya menghilangkan lapisan kulit jeruk di intake/exhaust port menjadi tindakan yang diberi nama polish, meski secara otomatis akan masuk keranah porting karena diameter port akan bertambah besar.

Tapi kini sudah mulai banyak tuner yang mengharamkan polish di intake port lantaran akan membuat campuran bensin dan udara menjadi kurang homogen sehingga lebih sulit terbakar.

Kebanyakan polish hanya dilakukan pada exhaust port agar kotoran lebih sulit nempel. Flow pun tidak akan terganggu, meski usia pakai mesin telah menempuh jarak tempuh ribuan km.

Sudah ngerti dong sob? Apa itu porting dan polish… Jangan sampe salah pilih bengkel yaa.. Biar tidak termakan janji surga.. Apalagi jika tidak memiliki flowbench sebagai basic alat ukurnya.

[Dhany Ekasaputra]