Cara Simpel Setting Sokbreker Agar Kinerja Suspensi Optimal

AFTERMARKETPLUS.id – Tren sokbreker dengan beragam pengaturan seperti compression dan rebound kini mulai marak. Tapi bagaimana cara menggunakannya agar suspensi bisa bekerja optimal? Simak cara simpel setting suspensi oleh OtoPintar.

Pengaturan preload (kekerasan per) kini sudah menjadi fitur standar sokbreker aftermarket saat ini. Untuk itu, fitur pengaturan compression atau rebound mulai marak digunakan oleh produsen sokbreker. 

Nah biar gak mubazir, ikutin tiga langkah simpel ini ya Sob…

PERTAMA

Pasang kabel tie di as atau batang sokbreker sebagai alat bantu dalam setting suspensi ini. Kemudian, atur semua settingan berada di titik nol.

Maksudnya, putar pengaturan kekerasan per (preload) di titik terempuknya. Begitu pun dengan pengaturan compression atau rebound di posisi paling SOFT sebagai titik nol-nya. 

Lalu tunggangi motor di tempat sambil diayun-ayunkan. Dan kemudian perhatikan posisi kabel tie, jika berada paling bawah atau dekat karet stopper, artinya per terlalu empuk. Atur preload hingga posisi di atas batas karet stopper. 

 Setelah itu, tes jalan untuk memastikan posisi kabel tie tidak buttoming alias mentok ke karet stopper. Semakin jauh atau melewati rute yang mewakili perjalan keseharian akan semakin akurat setting ini. 

Catatannya, stabilitas motor akan cukup kacau, tapi tetap fokus pada pengaturan preload saja.

KEDUA

 Jika pengaturan preload masih kerap mentok sampai karet stopper, setting compression akan membantu agar tidak buttoming, dengan memutar knop searah jarum jam atau HARD secara bertahap.

Sekadar mengingatkan bahwa compression ini merupakan gerakan untuk menahan agar turunnya suspensi dibatasi pergerakannya.

Rasakan bantingannya saat melewati jalan rusak sambil memperhatikan posisi kabel tie hingga tak lagi menempel ke karet stopper.

KETIGA

     Setelah posisi kabel tie tak lagi menyentuh karet stopper, Sobat baru mulai fokus ke pengaturan rebound. Dimana rebound merupakan gerakan suspensi untuk kembali ke posisi awal sok alias menahan gerakan ke atas suspensi. 

Cara termudah adalah melewati speed trap atau lebih dikenal dengan poldur. Rasakan setelah melewati apakah terasa ada ayunan berlabih atau tidak. Lalu sobat dapat merasakan saat cornering, jika terasa ada ayunan, artinya rebound kurang kuat sehingga knob perlu diputar ke arah SLOW.

Tapi jika terasa keras seperti batu saat melewati poldur atau kurang lincah ketika motor diajak berganti arah tikungan, artinya pengaturan perlu diubah ke arah FAST atau lembut. 

Pengaturan compression dan rebound memang perlu insting yang kuat, karena kedua pengaturan ini saling terkoneksi sehingga kadang Sobat perlu meningkatkan compression dan menurunkan rebound atau sebaliknya, untuk memberi hasil yang lebih baik lagi.

Jangan salah lagi yaa… optimalkan fitur yang ada untuk hasil yang maksimal dan sesuai dengan gaya berkendara Sobat… Terpenting adalah, jangan meniru settingan orang lain, karena belum tentu cocok dengan gaya berkendara Sobat.

    Selamat mencoba…

[Dhany Ekasaputra]

About Dhany Ekasaputra 219 Articles
Experience 1. Racing Driver (1999-2002) 2. Testing Driver, e.g : Lamborghini Aventador, Lamborghini Gallardo, Lotus Elise, Nissan GT-R, Nissan Juke R, McLaren 650 S, etc (2001-2015) 3. Journalist Otosport (2001-2003) 4. Journalist Auto Bild Indonesia (2003-2009) 5. Technical Editor Auto Bild Indonesia (2009-2015) 6. Instructor Safety Institute Indonesia (2014-2016) 7. Operational Manager PT OtoMontir Kreasi Indonesia (2015-2017) 8. Managing Editor aftermarketplus.id (2017- )