Ganti Per Yang Lebih Empuk, Kok Malah Terasa Keras Ya? Jangan-Jangan…..

AFTERMARKETPLUS.id – Banyak pemilik motor yang mengganti suspensi belakangnya agar terlihat ‘okeh’, tapi gak sedikit juga yang berharap agar bantingannya terasa lebih lembut. 

Umumnya, pemilihan penggantian sokbreker ditentukan oleh faktor penampilan, harga dan rekomendasi teman. Padahal suspensi sangat tergantung dari bobot pengendara. Salah memilih, hasilnya akan jauh dari harapan.

“Pertama adalah pahami prinsip dasar suspensi. Maksudnya, suspensi hanya dapat bekerja optimal pada satu kondisi saja, seperti sendiri, boncengan atau kompromi di keduanya,” terang Eddy Saputra, Direktur PT Sena Autopart selaku pemegang brand Ohlins di Indonesia.

Jadi sobat jangan bermimpi, sokbreker bisa bekerja optimal diberagam kondisi tersebut yaa…

“Lalu yang kedua adalah pengaturan preload yang tepat. Setting SAG diperlukan dalam hal ini. Nah disiniah bobot pengendara akan menentukan setup suspensi yang tepat,” tambah Eddy kembali.

Seperti dalam kasus Yamaha NMax generasi pertama. Kerasnya suspensi belakang kerap membuat pemilik Yamaha NMax mengganti per yang lebih empuk atau paket suspensi belakang aftermarket. Seperti pilihan per dari Honda Supra X 125 atau Suzuki Shogun R 125 sering menjadi pilihan mudah pemilik NMax generasi pertama.

Jika diperhatikan, jarak antar per di Supra X 125 atau Shogun R 125 lebih rapat dari milik NMax. Artinya, per Supra atau Shogun lebih diperuntukan pada rider yang bobotnya di bawah 80 kg. Jika lebih, otomatis per akan cenderung rapat sehingga bottoming alias mentok karena tidak memiliki ruang bebas.

Jadi dengan setting SAG, otomatis kekerasan per akan terdeteksi, apakah sudah tepat, terlalu keras atau bahkan terlalu lembut. Disinilah peran preload diperlukan untuk membantu meningkatkan kekerasan per dalam batas tertentu.

Begitu pun saat mengganti suspensi belakang aftermarket. Saat mengatur preload yang paling empuk, rider malah merasa lebih keras.

“Tak ada salahnya untuk memasang kabel tie di as sokbreker sebagai alat bantu mendeteksi kinerja suspensi. Jalankan motor seperti biasa dan perhatikan posisi kabel tie, jika masih diantara as sok, artinya pilihan per sudah tepat. Tapi jika kabel tie berada dibatas maksimal, artinya telah terjadi bottoming sehingga per perlu diperkeras atau bahkan diganti,” tukas Taqwa SS, punggawa Garden Speed yang menggunakan Yamaha Tricity ini.

Kesimpulannya, gak selamanya ganti per lebih lembut, sobat akan merasakan bantingan suspensi yang lebih empuk, jika kinerja suspensi mengalami bottoming. Jangan salah pilih per lagi yaa…

[Dhany Ekasaputra]

About Dhany Ekasaputra 195 Articles
Experience 1. Racing Driver (1999-2002) 2. Testing Driver, e.g : Lamborghini Aventador, Lamborghini Gallardo, Lotus Elise, Nissan GT-R, Nissan Juke R, McLaren 650 S, etc (2001-2015) 3. Journalist Otosport (2001-2003) 4. Journalist Auto Bild Indonesia (2003-2009) 5. Technical Editor Auto Bild Indonesia (2009-2015) 6. Instructor Safety Institute Indonesia (2014-2016) 7. Operational Manager PT OtoMontir Kreasi Indonesia (2015-2017) 8. Managing Editor aftermarketplus.id (2017- )