Ganti Sokbreker Aftermarket Terasa Keras? Jangan Lupa Setting Preload Agar Sesuai Berat Badan

Foto: aftermarketplus.id

AFTERMARKETPLUS.id – Ganti sokbreker aftermarket bagi pemilik motor, sudah lazim dilakukan. Tapi tidak sedikit yang mengerti cara setting kekerasan per (preload) agar sesuai dengan berat badan.

Beberapa kali, OtoPintar menemukan pemilik motor yang merasa suspensinya keras seperti ‘batu’ meski setelan preload sudah diatur ke posisi yang paling empuk. Saat diajak manuver pun, motor terasa tidak stabil. Akhirnya, sokbreker kerap disalahkan oleh pemilik motor tersebut.

Saat diperhatikan lebih detail, pada posisi ini suspensi memiliki jarak main yang sangat sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali. Jadi, suspensi kerap menyentuh karet stoper sehingga terasa keras. Bermanuver pun tetap gak stabil akibat tidak ada jarak main suspensi.

Untuk itulah diperlukan setting kekerasan per (preload) agar sesuai dengan berat badan pengendara. Gimana caranya? Simak ulasan OtoPintar berikut ini.

IMG-20180721-WA0068

(1). Manfaatkan standar tengah hingga ban belakang menggantung.

IMG-20180723-WA0010

(2). Gunakan cable tie dan pasang pada batang as dengan menempel rapat pada tabung sokbreker sebagai titik NOL. Karet stoper pun juga dapat dimanfaatkan.

(3). Turunkan standar tengah, lalu tunggangi motor dengan beragam kelengkapannya, seperti helm, jaket, sarung tangan, tas gendong jika sering membawanya, bahkan penumpang berikut kelengkapannya, jika kerap berkendara berdua setiap harinya. Pastikan suspensi motor tidak mengayun agar perhitungan akurat.

IMG-20180723-WA0011

(4). Kemudian standar tengah kembali dan perhatikan posisi cable tie atau karet stoper pada batang as sokbreker. Ukur jarak dari posisi NOL.

Untuk motor harian, jarak ideal suspensi belakang adalah 20-30% dari jarak main suspensi atau sekitar 25-35 mm.

Sudah mengerti dong sob? Jika posisi cable tie atau karet stoper di luar angka tersebut, artinya preload perlu disetel yaa…

Semisal preload sudah disetel sampai posisi terempuk alias minimum, jarak masih kurang dari 25 mm, artinya per terlampau keras sehingga tidak cocok dengan berat badan Anda.

Begitu pun sebaliknya, jika preload sudah disetel sampe batas maksimum, tapi jarak main 35 mm tak tercapai, artinya per terlalu empuk untuk bobot badan Anda.

IMG-20180723-WA0012

Hal serupa juga dapat dilakukan untuk suspensi depan. Bedanya hanya pada angka toleransinya, untuk bagian depan berada di angka 25-35% dari jarak main suspensi atau setara dengan 30-40 mm.

Selamat mencoba…

[Dhany Ekasaputra]

About Dhany Ekasaputra 138 Articles
Experience 1. Racing Driver (1999-2002) 2. Testing Driver, e.g : Lamborghini Aventador, Lamborghini Gallardo, Lotus Elise, Nissan GT-R, Nissan Juke R, McLaren 650 S, etc (2001-2015) 3. Journalist Otosport (2001-2003) 4. Journalist Auto Bild Indonesia (2003-2009) 5. Technical Editor Auto Bild Indonesia (2009-2015) 6. Instructor Safety Institute Indonesia (2014-2016) 7. Operational Manager PT OtoMontir Kreasi Indonesia (2015-2017) 8. Managing Editor aftermarketplus.id (2017- )