Ingin Punya Toyota Prius PHEV? Pastikan Daya Listrik Rumah Anda Mencukupi

Foto: aftermarketplus.id

AFTERMARKETPLUS.id – Era mobil listrik siap diperkenalkan oleh APM di Indonesia, tak terkecuali Toyota Astra Motor. Pilihan mobil berteknologi hybrid merupakan langkah yang paling tepat dalam masa transisi ini, lantaran masih memadukan dua motor penggerak, yakni motor bakar dan motor listrik. 

Dalam Toyota Electrified Vehicle Journalist Test Drive yang menempuh rute Banyuwangi, Jawa Timur – Denpasar, Bali (9-11/10), OtoPintar kembali mengulik lebih dalam terhadap unit test drive Toyota Prius PHEV (Plug in Hybrid Electric Vehicle).

Dimana mobil ini merupakan yang paling pas dalam masa transisi lantaran peran motor listrik yang lebih besar ketimbang motor bakarnya atau bahasa kerennya Internal Combustion Engine (ICE).

“Dua unit test drive ini belum dijual di Indonesia dan masih mengadopsi spesifikasi dari negara asalnya di Inggris, sehingga ada beberapa fitur yang berbeda dengan spek Asia, seperti posisi tuas sein yang berada di sisi kiri dari kolom setir,” terang Rouli Sijabat selaku PR Manager PT Toyota Astra Motor.

TOYOTA PELAJARI PASAR INDONESIA

Kebutuhan pasar juga masih menjadi pertimbangan TAM untuk memasarkan Toyota Prius PHEV ini di Indonesia. Apalagi Indonesia memerlukan batas minimal ground clearance yang lebih tinggi dari pasar di Jepang dan Eropa sebagai salah satu syarat Toyota untuk menjual produknya di Tanah Air. Tentu pertimbangannya terhadap kondisi jalan di Indonesia.

Efeknya, engineer Toyota perlu mempertimbangkan beragam aspek akibat peninggian ground clearance tersebut terhadap pengendalian serta setup dari suspensi yang tepat.

Selain itu, edukasi terhadap daya listrik yang diperlukan di rumah, turut menjadi pertimbangan dalam menghadirkan Toyota Prius PHEV ini, mengingat Prius PHEV memerlukan arus listrik sebesar 16 Ampere untuk pengisian baterai di rumah. Artinya, daya listrik di rumah minimal adalah 4.400 watt (20 Ampere) atau 5.500 watt (25 Ampere).

Dengan arus listrik sebesar 16 Ampere, waktu yang diperlukan untuk mengisi baterai Lithium Ion berkapasitas 8,8 kwH yang merupakan standar baterai pada Totota Prius PHEV adalah 2 jam 20 menit. 

BATERAI LITHIUM ION

Pemilihan baterai jenis Lithium Ion ketimbang Nickel Metal Hydrid seperti yang digunakan pada lini produk Toyota Hybrid didasari atas dimensi dan kapasitas. Maksudnya, Lithium Ion itu memiliki jumlah sel yang lebih sedikit, sehingga bobotnya lebih ringan namun dapat menyimpan listrik lebih banyak.

Alhasil, Toyota Prius PHEV ini kini bisa melaju sejauh 40 km dengan mode berkendara listrik saja alias tidak menggunakan mesin motor bakar sedikit pun. Peningkatannya cukup signifikan ketimbang generasi sebelumnya yang hanya mampu melaju hingga jarak 16 – 24 km saja.

MASA TRANSISI KE MOBIL LISTRIK

Selain itu, PHEV pun akan menjadi solusi cerdas bagi pemilik mobil yang pelupa… Maksudnya…

Kebayang dong Sob, kalo saat ini kita sudah menggunakan mobil full listrik. Saat kita lupa mengisi baterai saat tiba di rumah, otomatis keesokan harinya, agenda acara akan berubah total akibat daya listrik di baterai tidak mencukupi untuk rutinitas perjalanan berikutnya.

Tapi dengan teknologi PHEV, otomatis kendala tersebut tidak akan terjadi, lantaran pengisian daya listrik masih dapat menggunakan mesin motor bakar.

[Dhany Ekasaputra]

About Dhany Ekasaputra 205 Articles
Experience 1. Racing Driver (1999-2002) 2. Testing Driver, e.g : Lamborghini Aventador, Lamborghini Gallardo, Lotus Elise, Nissan GT-R, Nissan Juke R, McLaren 650 S, etc (2001-2015) 3. Journalist Otosport (2001-2003) 4. Journalist Auto Bild Indonesia (2003-2009) 5. Technical Editor Auto Bild Indonesia (2009-2015) 6. Instructor Safety Institute Indonesia (2014-2016) 7. Operational Manager PT OtoMontir Kreasi Indonesia (2015-2017) 8. Managing Editor aftermarketplus.id (2017- )