Ini Cara Setel Preload di Sokbreker Depan Motor Yamaha NMax

Foto: aftermarketplus.id

AFTERMARKETPLUS.id – Masih ingat cara setel preload (kekerasan per) di sokbreker belakang? Kini OtoPintar akan beri tips setel preload di sokbreker depan motor nih. Gmana caranya?

Lagi-lagi sebagai kelinci percobaan adalah Yamaha NMax, meski trik ini dapat dilakukan di semua motor sob.

Prosedur awalnya, serupa dengan setting preload di suspensi belakang. Bedanya, jarak turunnya suspensi depan saat terkena beban pengendara berada di rentang 30-40 mm atau 25-35% dari jarak main suspensi.

IMG-20180724-WA0062

Jika lupa, ini langkah-langkahya sob:

1. Manfaatkan standar tengah hingga ban depan dapat menggantung.

2. Gunakan cable tie dan pasang pada batang as dengan menempel rapat pada tabung sokbreker sebagai titik NOL.

3. Turunkan standar tengah, lalu tunggangi motor dengan beragam kelengkapannya, seperti helm, jaket, sarung tangan, tas gendong – jika sering membawanya- bahkan penumpang berikut kelengkapannya, jika kerap berkendara berdua setiap harinya. Pastikan suspensi motor tidak mengayun agar perhitungan akurat.

4. Kemudian standar tengah kembali dan perhatikan posisi cable tie pada batang as sokbreker. Ukur jarak dari posisi NOL. Pastikan ban depan terangkat yaaa…

20180801_090018

Jika turunnya suspensi depan melebihi dari batas maksimal (40 mm), artinya per terlalu empuk untuk bobot berkendara Anda. Solusinya, per perlu dibikin lebih keras dari setup standarnya sob. Caranya?

Sebagai langkah pertama, tentu sokbreker perlu dibongkar untuk membuka per yang terdapat dalam sokbrekernya.

Salah satu trik dari kang Yadi Arcadia adalah membalik posisi per depan NMax. Jadi, jarak ulir per yang lebih rapat diposisikan di bagian atas.

Tapi trik ini belum mengubah kekerasan per ya sob! Untuk itu, bagian atas per perlu ditambah logam atau coin agar tekanan per bertambah. Seberapa banyak coin atau tebal logam yang digunakan, tergantung bobot si pengendara.

Cara lainnya, dapat menggunakan pengatur tekanan per universal. Tapi pastikan bobot pengendara cukup berat, mengingat selisih jarak antara penutup sok dengan alat ini cukup jauh – Lihat FOTO. Artinya, tekanan per dalam posisi terempuk saja, sudah sangat keras.

IMG-20180724-WA0014

Selain itu, peran oli sokbreker pun juga mempengaruhi kinerja dari suspensi depan. Hal ini lantaran posisi per yang berada di dalam sokbreker.

Jika menggunakan oli yang lebih kental, otomatis akan mempengaruhi saat compress (bergerak mendekat antara titik atas dan bawah) sokbreker yang lebih keras, namun turut memberikan rebound (bergerak menjauh antara titik atas dan bawah) yang lebih kuat juga untuk menahan suspensi untuk kembali ke posisi awal.

Begitu pun sebaliknya. Tapi yang terpenting adalah carilah oli sokbreker berkualitas agar oli tidak mudah encer saat digunakan secara terus menerus.

Setelah semua selesai, jangan lupa lakukan kembali proses pengukuran di atas untuk memastikan rentang rekomendasi berada di angka 25-35% atau 30-40 mm.

Paling apes, jika saat pengukuran, batas minimum (30 mm) tidak tercapai, artinya per terlalu keras untuk badan Anda sehingga solusi terbaik adalah mencari per yang lebih empuk.

Selamat mencoba…

[Dhany Ekasaputra]

About Dhany Ekasaputra 137 Articles
Experience 1. Racing Driver (1999-2002) 2. Testing Driver, e.g : Lamborghini Aventador, Lamborghini Gallardo, Lotus Elise, Nissan GT-R, Nissan Juke R, McLaren 650 S, etc (2001-2015) 3. Journalist Otosport (2001-2003) 4. Journalist Auto Bild Indonesia (2003-2009) 5. Technical Editor Auto Bild Indonesia (2009-2015) 6. Instructor Safety Institute Indonesia (2014-2016) 7. Operational Manager PT OtoMontir Kreasi Indonesia (2015-2017) 8. Managing Editor aftermarketplus.id (2017- )