Jangan Asal Pilih, Ternyata Lampu LED itu Lebih Banyak…

Foto: Istimewa

AFTERMARKETPLUS.id – Teknologi lampu terus berkembang. Jangan asal pilih, ternyata lampu LED itu lebih banyak keunggulan dari jenis lainnya lho!

Dahulu produsen mobil selalu menggunakan lampu jenis Halogen. Kemudian berkembang dengan HID (High Intensity Discharge) yang menggunakan gas Xenon seperti lampu neon di rumah. Teknologi terkini adalah LED (Light Emitting Diode) dengan beragam kelebihannya.

IMG-20180518-WA0009

SALAH KAPRAH
Tidak sedikit orang awam yang salah kaprah dengan satuan yang kerap hadir dikemasan sebuah lampu, yakni Kelvin dan Lumens.
Kelvin adalah satuan untuk mengetahui warna yang dihasilkan lampu, semisal 3.000 Kelvin akan terlihat berwarna kuning, lalu 4.300 – 6.000 Kelvin adalah warna putih yang biasa digunakan oleh produsen mobil, sedangkan 8.000 Kelvin mulai terlihat kebiruan.
Sedangkan Lumens adalah satuan untuk tingkat terang dari lampu. Jangan salah lagi yaa…

HALOGEN
Ini merupakan teknologi jadul dari sebuah lampu. Umumnya, produsen mobil menggunakan daya listrik 55/60 watt untuk mobil standar.
Daya listrik ini sudah memperhitungkan tingkat panas yang dihasilkan sehingga reflektor lampu utama (headlamp) tidak cepat rusak. Artinya, mengganti daya listrik menjadi 100/110 watt agar lebih terang, otomatis mempercepat headlamp menjadi kusam.

IMG-20180518-WA0010

Dengan menggunakan filamen, otomatis tingkat terangnya sangat tergantung dari performa filamen tersebut. Semakin terang lampu dengan daya yang sama, otomatis usia pakai lampu akan semakin pendek.

Seperti yang ditawarkan Osram Night Breaker yang mampu memberikan tingkat terang hingga 2,3x dari Halogen biasa, namun usia pakainya hanya 600 jam – sedangkan Halogen standar berkisar 2.000 -4.000 jam.

Halogen Cycle inilah yang membuat kaca bohlam tidak boleh tersentuh jari. Sebab saat tersentuh, otomatis sidik jari akan melekat dan meninggalkan lemak, sehingga kinerja Halogen Cycle terganggu akibat bidang kaca yang tersentuh jari menjadi lebih dingin dari yang lain. Efeknya, usia pakai akan menjadi lebih pendek.

Untuk tingkat terang, Halogen dengan daya 55 watt (low beam) mampu menghasilkan sekitar 1.200 Lumens.
Yuk bandingkan dengan HID dan LED…

HID (High Intensity Discharge)
Tren HID mulai digemari lantaran memiliki tingkat terang yang mumpuni ketimbang Halogen. Jika dibandingkan, HID memiliki kemampuan hingga 3.000 Lumens. Artinya lebih terang hingga 2x lipat dari jenis Halogen.

IMG-20180518-WA0011

Daya listrik yang dibutuhkan pun lebih kecil, hanya 35 watt. Tapi prinsip kerjanya mirip dengan lampu neon di rumah. Jadi headlamp perlu waktu beberapa saat agar tingkat terangnya maksimal.
Karena prinsip kerjanya seperti itulah yang membuat HID mengadopsi inverter untuk mengubah arus listrik DC (searah) menjadi arus AC (bolak-balik).

Mayoritas produsen mobil yang menggunakan headlamp HID menggunakan projector agar sinar dapat dibuat fokus dan hanya untuk low beam saja. High beam (lampu jarak jauh) tetap menggunakan Halogen. Atau menggunakan motor elektrik untuk membuka selubung penghalang high beam seperti pada Toyota Vios generasi kedua. Inilah yang menjadi titik lemah dari HID.
Lalu bagaimana jika dibandingkan dengan LED?

LED (Light Emitting Diode)
Nah… Ini jenis lampu yang tengah tren saat ini. Ibarat kata, mobil belum dibilang modern kalo belum menggunakan lampu jenis LED.

Dapat dikatakan, LED merupakan penyempurnaan dari sebuah teknologi lampu. Dengan daya listrik kecil, namun mampu menghasilkan tingkat terang yang setara dengab HID – tergantung kualitas LED yang digunakan.

IMG-20180518-WA0012

Daya listrik LED hanya 25 watt untuk low beam dengan tingkat terang 3.000 – 4.000 Lumens. Jika ingin menggunakan high beam, tinggal tambah 25 watt lagi aja sob.

Jika HID memerlukan inverter, LED perlu pendingin untuk melepas panas dari rangkaian listrik ini. Akibatnya, penggantian dengan produk aftermarket akan membuat karet penutup headlamp tidak dapat terpasang sempurna.

Daya Listrik Tingkat Terang
Halogen  : 55 watt 1.200 Lumens
HID         : 35 watt 3.000 Lumens
LED         : 25 watt 4.000 Lumens

[Dhany Ekasaputra]

About Dhany Ekasaputra 140 Articles
Experience 1. Racing Driver (1999-2002) 2. Testing Driver, e.g : Lamborghini Aventador, Lamborghini Gallardo, Lotus Elise, Nissan GT-R, Nissan Juke R, McLaren 650 S, etc (2001-2015) 3. Journalist Otosport (2001-2003) 4. Journalist Auto Bild Indonesia (2003-2009) 5. Technical Editor Auto Bild Indonesia (2009-2015) 6. Instructor Safety Institute Indonesia (2014-2016) 7. Operational Manager PT OtoMontir Kreasi Indonesia (2015-2017) 8. Managing Editor aftermarketplus.id (2017- )