Jangan Lupa Ganti Busi Jika Up-Grade Sistem Pengapian

Foto: aftermarketplus.id

AFTERMARKETPLUS.id – Tak sedikit lho Sob, pemilik kendaraan yang memodifikasi sistem pengapiannya. Apalagi setiap penjual peningkat sistem pengapian selalu mengiming-iming performa meningkat dan lebih hemat BBM akibat besarnya ‘percikan listrik’ yang dihasilkan.

Hal itu tidak lah salah, tapi memiliki efek samping yang cukup fatal jika tidak diimbangi dengan pemilihan busi yang tepat.

Dalam kondisi standar, busi standar memerlukan tegangan listrik minimal 15.000 volt untuk bisa terjadinya ‘percikan listrik’ di elektrode. Namun kondisi idealnya, busi standar akan bekerja direntang 20.000 – 30.000 volt.

Peningkatan sistem pengapian, tentu meningkatkan tegangan listrik yang akan diterima busi. Seperti penggunaan kabel busi hambatan rendah atau bahkan penggunaan koil ‘high performance’ yang sanggup menggelontorkan tegangan listrik hingga 50.000 volt atau bahkan lebih.

Kebayang dong Sob… Suhu busi menjadi lebih panas akibat dialiri tegangan listrik yang lebih tinggi.

Diko Oktaviano selaku Technical Support PT NGK Busi Indonesia pun mengingatkan untuk mengganti busi yang memiliki kemampuan melepas panas yang lebih baik lagi alias busi dingin.

Jika Yamaha NMax memiliki tingkat dingin standar 8 (CPR8EAGP-9), otomatis perlu diganti menjadi 9 (CPR9EAGP-9) saat sistem pengapian telah di up-grade.

Jika diabaikan? Apa nih resikonya?

Busi akan overheat alias suhu kerjanya melebihi dari 800°C. Kemungkinan terjadinya knocking (ngelitik) akan semakin besar dan suhu mesin akan meningkat akibat proses pelepasan panasnya tidak sesuai.

Agar lebih jelas, silahkan klik kembali http://aftermarketplus.id/oto-pintar/motor-bore-up-perlu-ganti-busi-yang-sesuai-lho-jangan-sampe-mesin-jebol-sob dan http://aftermarketplus.id/oto-pintar/enam-faktor-penyebab-busi-overheat-pastikan-hal-ini-tidak-terjadi-jika-tak-ingin-mesin-jebol.

Mulai paham kan Sob?

[Dhany Ekasaputra]

About Dhany Ekasaputra 145 Articles
Experience 1. Racing Driver (1999-2002) 2. Testing Driver, e.g : Lamborghini Aventador, Lamborghini Gallardo, Lotus Elise, Nissan GT-R, Nissan Juke R, McLaren 650 S, etc (2001-2015) 3. Journalist Otosport (2001-2003) 4. Journalist Auto Bild Indonesia (2003-2009) 5. Technical Editor Auto Bild Indonesia (2009-2015) 6. Instructor Safety Institute Indonesia (2014-2016) 7. Operational Manager PT OtoMontir Kreasi Indonesia (2015-2017) 8. Managing Editor aftermarketplus.id (2017- )