Kondisi ‘Stop and Go’ Pilih TWR ketimbang PWR

AFTERMARKETPLUS.id – Power to Weight Ratio atau lebih dikenal dengan PWR merupakan salah satu acuan untuk mengukur performa sebuah kendaraan, baik mobil atau pun motor. Tapi untuk kondisi lalin ‘stop and go’…

Torque to Weight Ratio (TWR) lebih sesuai untuk menjadi acuan agar kendaraan lebih irit BBM dan lincah di kemacetan lalu lintas.

Power to Weight Ratio merupakan perbandingan tenaga berbanding dengan bobot kendaraan.

Semisal Honda ADV 150 memiliki tenaga sebesar 14,3 hp dengan bobot kosong seberat 133 kg. Artinya, setiap 1 hp harus menarik bobot seberat 9,3 kg.

Bandingkan dengan Yamaha Nmax yang memiliki PWR lebih baik dengan angka 8,5 kg/hp atau Yamaha Aerox 7,9 kg/hp. Semakin ringan, otomatis membuat tenaga mesin mampu mengubahnya menjadi akselerasi yang lebih baik.

BEDA TENAGA DENGAN TORSI
Seperti sobat ketahui, bahwa tenaga mesin cenderung mewakili performa mesin saat diputaran atas (high rpm). Sedangkan torsi malah menjadi kunci kemampuan mesin dalam menggerakan bodi kendaraan dari kondisi diam hingga bergerak.

Tak ayal, hal inilah yang membuat TWR lebih penting untuk diperhatikan ketimbang PWR. Hal ini akan berbuntut pada konsumsi BBM dan kelincahan berkendara.

Wajar jika Yamaha Aerox akan terasa lincah saat dikemacetan ketimbang Yamaha NMax, meski Nmax memiliki torsi yang lebih besar hingga 14,4 Nm, sedangkan Aerox hanya 13,8 Nm.

Tapi saat dibandingkan dengan bobot kosong kendaraan, maka ketemulah angka 8,8 kg/Nm untuk Yamaha Nmax dan 8,4 kg/Nm untuk Yamaha Aerox.

Namun… kemampuan akselerasi ini juga ditunjang oleh faktor lainnya lho, seperti diameter luar ban, rasio final gear, rasio puli, hingga performa kampas kopling.

Belum lagi jika dikonversikan dengan kelincahan berkendara yang sangat dipengaruhi oleh geomoetri sasis dan sudut caster.

[Dhany Ekasaputra]

About Dhany Ekasaputra 205 Articles
Experience 1. Racing Driver (1999-2002) 2. Testing Driver, e.g : Lamborghini Aventador, Lamborghini Gallardo, Lotus Elise, Nissan GT-R, Nissan Juke R, McLaren 650 S, etc (2001-2015) 3. Journalist Otosport (2001-2003) 4. Journalist Auto Bild Indonesia (2003-2009) 5. Technical Editor Auto Bild Indonesia (2009-2015) 6. Instructor Safety Institute Indonesia (2014-2016) 7. Operational Manager PT OtoMontir Kreasi Indonesia (2015-2017) 8. Managing Editor aftermarketplus.id (2017- )