Motor Bore-Up Perlu Ganti Busi yang Sesuai Lho! Jangan Sampe Mesin Jebol, Sob!

Foto: aftermarketplus.id

AFTERMARKETPLUS.id – Modifikasi mesin bore-up sudah biasa dilakoni oleh pemilik motor yang menginginkan performa lebih dari standarnya. Tapi perlu penyesuaian di busi lho! Salah pilih busi, mesin bisa rusak alias jebol. Gak pengen kan sob? Ini penjelasannya…

MENDINGINKAN MESIN

Salah satu tugas busi, selain memercikan api di ruang bakar, adalah mendinginkan mesin. Nah lho! Apa nih maksudnya?

Jadi… Panas dari hasil langkah kompresi dan pembakaran di mesin, perlu dilepaskan oleh busi ke cylinder head. Jika salah memilih tingkat dingin atau panas busi, otomatis proses pelepasan panasnya akan terganggu, sehingga ruang bakar akan terlampau panas atau malah tidak mencapai panas idealnya.

Atas dasar itulah, setiap mesin memiliki kode tingkat dingin atau panas busi tertentu yang sudah direkomendasikan oleh produsennya.

Di busi NGK, semakin tinggi angka yang disematkan, menandakan busi semakin bersifat dingin alias mampu melepas panas lebih baik ketimbang kode angka yang lebih rendah.

“Karena pada kode busi terdapat angka yang menunjukkan tingkat panas dari tiap-tiap busi. Semakin tinggi angkanya maka semakin cepat busi membuang panas yang diterima dari ruang bakar, sedangkan semakin rendah angkanya semakin lambat busi membuang panas,” terang Diko Oktaviano, Technical Support PT NGK Busi Indonesia.

Seperti yang disematkan untuk motor Yamaha NMax yang memerlukan kode busi 8 (CPR8EA-9) untuk rasio kompresi statis 10,5:1. Bandingkan dengan Honda Revo yang memiliki rasio kompresi statis hanya 9,3:1, wajar jika mesin tersebut Cuma memerlukan kode busi 6 (CPR6EA-9S).

Nah kebayang dong sob… Kalo mesin motor sudah di bore-up alias kapasitas mesin meningkat, otomatis rasio kompresi statis juga meningkat. Rata-rata, rasio kompresi meningkat menjadi 11,5 – 12,5 : 1.

Artinya, gak bisa lagi dong mengacu pada rekomendasi dari pabrikan motor. Apalagi jika durasi kem tidak diubah alias tetap pake kem standar. Baca http://aftermarketplus.id/oto-pintar/siap-siap-rasio-kompresi-turun-kalau-elo-ganti-kem-high-performance-ini-sebabnya-bro

Jadi, sangat penting untuk mengganti busi yang lebih dingin lagi, agar proses pelepasan panas di ruang bakar tetap optimal. Alhasil, mesin terhindar dari gejala knocking (ngelitik) yang dapat menyebabkan mesin rusak alias jebol.

Jangan salah pilih busi ya sob! Pilihan tepat, performa mantap.

[Dhany Ekasaputra]

About Dhany Ekasaputra 140 Articles
Experience 1. Racing Driver (1999-2002) 2. Testing Driver, e.g : Lamborghini Aventador, Lamborghini Gallardo, Lotus Elise, Nissan GT-R, Nissan Juke R, McLaren 650 S, etc (2001-2015) 3. Journalist Otosport (2001-2003) 4. Journalist Auto Bild Indonesia (2003-2009) 5. Technical Editor Auto Bild Indonesia (2009-2015) 6. Instructor Safety Institute Indonesia (2014-2016) 7. Operational Manager PT OtoMontir Kreasi Indonesia (2015-2017) 8. Managing Editor aftermarketplus.id (2017- )