Optimalisasi Transmisi Matik di Mitsubishi Xpander. Begini Caranya Sob!

Foto: aftermarketplus.id

AFTERMARKETPLUS.id – Hadirnya tipe GLS AT pada Mitsubishi Xpander ditujukan pada permintaan pasar terhadap kebutuhan transmisi otomatis dengan harga lebih terjangkau. Apalagi buat konsumen yang tinggal di kota-kota besar yang selalu menghadapi kemacetan lalu lintas yang cukup sering.

Nah, bagi pemilik mobil pertama yang menggunakan transmisi otomatis, ada beberapa panduan untuk mengoptimalkan kinerja transmisi ini.

Jadi jangan semata berpatokan pada penggunaan D (Drive) untuk melaju ke depan, N (Neutral) saat berhenti, R (Reverse) saat ingin bergerak mundur dan P (Parking) saat parkir tentunya.

Semua ini merupakan basik dari sebuah transmisi otomatis, namun ternyata masih ada hal lain yang bisa dioptinalkan dalam kondisi tertentu lho!

O/D OFF (Over Drive OFF)

Pengertian saat menon-aktifkan Over Drive, artinya pengemudi hanya dapat menggunakan 3 rasio gigi dari 4 rasio gigi maju yang tersedia pada Mitsubishi Xpander.

Tak heran jika banyak yang bilang, O/D OFF digunakan saat hendak menyalip kendaraan. Hal ini dikarenakan saat transmisi berada di posisi gigi 4, akan turun menjadi posisi gigi 3 sehingga putaran mesin meningkat dan berada di area torsi maksimal.

Tapi ketika di kecepatan rendah, dimana posisi gigi 3 sedang bekerja, fitur ini tidak akan menurunkan posisi gigi menjadi 2 atau 1, kecuali pengemudi melakukan kick down alias menginjak pedal gas hingga mentok.

L (Low)

Pilihan ini dapat digunakan saat menghadapi jalan menanjak curam dan cukup panjang. Manfaat posisi L agar rasio gigi transmisi tidak berpindah alias tetap menggunakan gigi 1 selamanya.

Tujuan utama dalam penggunaan gigi ini agar kopling tidak overheat saat terjadi perpindahan gigi di kondisi jalan menanjak. Hal inilah yang sering membuat mobil matik dianggap tidak kuat menanjak.

Dengan tetap menggunakan gigi 1, otomatis pengemudi dapat lebih mudah mengatur ritme putaran mesin via pedal gas agar selalu berada diarea torsi maksimal, yakni 3.000 rpm ke atas.

2 (Two)

Jika menghadapi jalan menurun panjang sehingga pengemudi memerlukan efek engine brake, posisi 2 dapat menjadi alternatif. Pasalnya, posisi 2 memiliki arti bahwa rasio gigi yang dapat digunakan hanya posisi gigi 1 dan 2 saja.

IMG-20180812-WA0009

Shiftlock

Ini merupakan fitur untuk parkir paralel. Sebab jika tuas transmisi berada di posisi P (Parking), otomatis transmisi akan mengunci sehingga mobil tidak dapat di dorong.

Untuk itulah, digunakan fitur shiftlock agar posisi tuas transmisi dapat dipindahkan secara manual setelah mesin dalam kondisi off dan kunci kontak telah dicabut. Pengemudi tinggal memasukan anak kunci ke dalam lubang dekat transmisi agar tuas dapat dipindahkan ke posisi N (Neutral).

[Dhany Ekasaputra]

About Dhany Ekasaputra 146 Articles
Experience 1. Racing Driver (1999-2002) 2. Testing Driver, e.g : Lamborghini Aventador, Lamborghini Gallardo, Lotus Elise, Nissan GT-R, Nissan Juke R, McLaren 650 S, etc (2001-2015) 3. Journalist Otosport (2001-2003) 4. Journalist Auto Bild Indonesia (2003-2009) 5. Technical Editor Auto Bild Indonesia (2009-2015) 6. Instructor Safety Institute Indonesia (2014-2016) 7. Operational Manager PT OtoMontir Kreasi Indonesia (2015-2017) 8. Managing Editor aftermarketplus.id (2017- )