Rem Blong Disebabkan Lalai Mengganti Brake Fluid Secara Berkala

Foto: aftermarketplus.id

AFTERMARKETPLUS.id – Cairan rem atau lebih dikenal dengan brake fluid itu perlu diganti setiap 20.000 km atau setahun sekali. Tapi tidak sedikit pemilik mobil atau motor yang lalai mengganti brake fluid secara berkala dengan alasan malas atau tak terlalu penting.

Padahal brake fluid memiliki sifat higroskopis alias menyerap air. Dipadu dengan tingkat kelembaban tinggi di Indonesia yang rata-rata berada di angka 80%, otomatis cairan rem akan lebih cepat menyerap air. Atas dasar itulah, cairan rem perlu diganti secara berkala.

Cairan rem itu sendiri memiliki tingkatan titik didih atau boiling point berdasarkan kode angka DOT (Departement Of Transportation). Umumnya, kode yang digunakan adalah DOT3, DOT4 dan DOT5. Semakin tinggi angkanya, menandakan semakin tinggi titik didihnya, tapi kemampuan menyerap airnya juga semakin kuat.

Titik didih minimal DOT3 yang ditetapkan oleh SNI (Standar Nasional Indonesia) adalah 205°C dan brake fluid Prestone DOT3 mampu mencapai titik didih hingga 237°C dan 265°C untuk DOT4.

Dari data laboratorium, saat brake fluid terkontaminasi oleh air mencapai 3% – akibat sifat higroskopisnya – ternyata titik didih akan menurun drastis hingga 140°C untuk Prestone DOT3 dan 155°C untuk DOT4.

Dalam kondisi ekstrim, temperatur rem cakram di mobil harian bisa mencapai 400°C. Suhu inilah yang akan memanaskan brake fluid di kaliper rem.

Kebayang dong sob, jika titik didih itu terlewati saat kendaraan melaju di jalan menurun panjang atau berkendara agresif, otomatis buih gelembung udara akan hadir di dalam sistem rem sebagai tanda cairan mulai mendidih.

Gelembung udara ini tentu akan membuat tekanan pada pedal atau tuas rem menjadi ‘kosong’ sehingga piston pada kaliper rem tak mampu mendorong kampas untuk melakukan deselerasi. Dengan kata lain, rem blong.

Nah… biar gak sampe kejadian rem blong, sebaiknya mulai ganti cairan rem secara berkala ya sob!

[Dhany Ekasaputra]

About Dhany Ekasaputra 141 Articles
Experience 1. Racing Driver (1999-2002) 2. Testing Driver, e.g : Lamborghini Aventador, Lamborghini Gallardo, Lotus Elise, Nissan GT-R, Nissan Juke R, McLaren 650 S, etc (2001-2015) 3. Journalist Otosport (2001-2003) 4. Journalist Auto Bild Indonesia (2003-2009) 5. Technical Editor Auto Bild Indonesia (2009-2015) 6. Instructor Safety Institute Indonesia (2014-2016) 7. Operational Manager PT OtoMontir Kreasi Indonesia (2015-2017) 8. Managing Editor aftermarketplus.id (2017- )