Serahkan Ke Ahlinya dan Jangan Langsung Starter Setelah Kendaraan Terendam Banjir

Foto: Istimewa

AFTERMARKETPLUS.id – Bencana banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya, saat malam pergantian tahun (1/1) membuat ratusan kendaraan terendam banjir. Biar tak menambah biaya perbaikan, sebaiknya ikuti prosedur ini.

JANGAN DISTARTER

Tindakan yang ‘haram’ dilakukan usai kendaraan terendam banjir adalah starter. Hal ini akan berdampak pada kerusakan komponen mesin yang lebih parah akibat ruang bakar yang telah terisi oleh air berikit dengan sistem kelistrikannya.

Untuk itu, sebaiknya jangan memutar kunci kontak agar berada di posisi ON. Hal ini bertujuan agar komputer mesin alias ECU masih memiliki kemungkinan untuk diselamatkan dari kerusakan. 

Tak ada salahnya juga untuk melepas kedua kutup aki agar terhindar dari korsleting, meski sebaiknya hal ini dilakukan sebelum mobil terendam banjir.

Jika di mobil, sebaiknya pemilik langsung menyerahkan kepada mekanik atau bengkel resmi agar dapat ditangani dengan profesional, mengingat begitu kompleknya kelistrikan di sebuah mobil.

“Apalagi jika mobil sudah diasuransikan dengan perluasan jaminan untuk banjir dan bencana alam, mengingat asuransi standar tidak mencakup hal ini. Anda tinggal telepon asuransi untuk digendong secara gratis ke bengkel. Tidak usah berusaha menjadi mekanik dadakan, untuk menghindari kerusakan yang lebih parah,” terang Vice President Communication, Event, & Service Management Asuransi Astra, Laurentius Iwan Pranoto sambil menginformasikan call center Garda Oto 1500112. 

Berbeda dengan motor, sebagai langkah pertama, tetap melepas kutup aki berikut dengan komponen kelistrikan lainnya seperti ECU, kiprok dan lainnya untuk dikeringkan terlebih dahulu. Jika Sobat tak dapat melakukan hal ini, sebaiknya segera ditangani oleh mekanik berpengalaman agar terhindar dari kerusakan yang lebih parah.

Kemudian, kuras seluruh cairan di motor seperti oli mesin dan gardan. Jangan lupa, buka busi untuk membuang air yang terjebak masuk ke dalam ruang bakar. Plus lumasi ruang bakar dengan sedikit oli agar ring dan dinding silinder terhindar dari korosi. 

Setelah semua prosedur dilakukan, barulah Sobat boleh mestarter mesin. Namun jika mesin tak kunjung bekerja, artinya tangki bensin sudah kemasukan air yang cukup banyak. Tak ada cara lain untuk mengurasnya.

Tapi jika distarter mesin motor dapat hidup, Sobat tetap harus ke bengkel resmi untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh yaa… seperti ganti cairan rem, bongkar CVT dan pemeriksaan komponen lainnya agar motor dapat kembali aman dikendarai.

[Dhany Ekasaputra]

About Dhany Ekasaputra 212 Articles
Experience 1. Racing Driver (1999-2002) 2. Testing Driver, e.g : Lamborghini Aventador, Lamborghini Gallardo, Lotus Elise, Nissan GT-R, Nissan Juke R, McLaren 650 S, etc (2001-2015) 3. Journalist Otosport (2001-2003) 4. Journalist Auto Bild Indonesia (2003-2009) 5. Technical Editor Auto Bild Indonesia (2009-2015) 6. Instructor Safety Institute Indonesia (2014-2016) 7. Operational Manager PT OtoMontir Kreasi Indonesia (2015-2017) 8. Managing Editor aftermarketplus.id (2017- )