SERI PELUMAS: Bahaya Oli Mesin Diesel Dipakai di Mesin Bensin

AFTERMARKETPLUS.id  – Gunakanlah oli mesin sesuai peruntukannya menjadi himbauan dari produsen pelumas Pertamina saat menggelar acara ‘Mitos dan Fakta Seputar BBM dan Pelumas’ bersama Forum Wartawan Otomotif (FORWOT) di Bogor, Jawa Barat (26/3).

Hal ini didasari oleh tim R&D dalam meramu sebuah pelumas. Karena pelumas dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan atas sebuah komponen bergerak.

Tiga fungsi utama pelumas adalah 3M yakni Melumasi, Mendingin dan Membersihkan.

Jika salah satunya ada yang begitu dominan, otomatis akan mempengaruhi fungsi lainnya, seperti kasus oli mesin diesel digunakan pada mesin bensin.

“Tujuan utama pengguna kendaraan bermotor menggunakan oli mesin diesel di mesin bensin adalah ingin memperoleh sifat membersihkan dan usia pakai yang lama. Keduanya ini memang dapat dicapai lantaran nilai TBN (Total Base Number) oli diesel dan Viscosity Index cukup tinggi. Tapi nilai TBN yang terlampau tinggi saat digunakan di mesin bensin, akan berdampak pada mempercepatnya tingkat keuasan komponen bergerak di mesin. Tingkat membersihkannya yang sangat baik, membuat penurunan pada fungsi melumasinya,” jelas Agung Prabowo, Tehnical Specialist PT Pertamina Lubricant.

Belum lagi dengan kebutuhan mesin terhadap tingkat kekentalan oli di mesin. Mesin bensin cenderung memerlukan pelumas dengan viskositas yang lebih encer.

Jika dipaksakan menggunakan oli diesel yang cenderung lebih kental, otomatis akan mempengaruhi konsumsi BBM-nya.

Agung pun merekomendasikan untuk menggunakan oli sesuai kebutuhannya dan tidak berganti-ganti spek. Apalagi jika menggunakan oli jenis fully synthetic, karena oli jenis ini memiliki perlakukan dan karakter khusus sebelum digunakan.

Pembahasan ini akan berlanjut pada seri pelumas di Oto Pintar.

[Dhany Ekasaputra]