SERI PELUMAS: Hati-Hati Ganti Pelumas Mesin Fully Synthetic

AFTERMARKETPLUS.id – Ternyata gonta-ganti jenis pelumas mesin ada efek sampingnya lho! Kalo gak dilakukan dengan benar. Apalagi kalo ganti pelumas mesin fully synthetic, ada ritual khususnya biar tidak merusak mesin.

Kok bisa sih? Padahal harga pelumas fully synthetic gak murah lho! Ini penjelasannya…
BAHAN DASAR PELUMAS
 Sebelum membahas lebih dalam, ternyata pelumas mesin itu cuma terbagi menjadi dua lho; mineral dan fully synthetic. Lalu semi synthetic atau hanya disebut dengan synthetic ada di posisi mana dong???
IMG-20180331-WA0061Agung Prabowo selaku Technical Specialist PT Pertamina Lubricant menjelaskan bahwa oli mineral itu diperoleh dari base oil grup 1 sampai dengan 3 karena berasal dari minyak bumi.
Lalu grup 4 dan 5 masuk ke dalam kategori fully synthetic karena sudah tidak mengambil dari minyak bumi. Untuk grup 4 dihasilkan dari gas dan grup 5 di luar grup 1-4. Nah… synthetic menjadi sebutan untuk kategori pelumas grup 2 dan 3.
Asal dari pembuatan pelumas yang membuat pemilik kendaraan perlu berhati-hati saat hendak mengganti jenis pelumas, terutama ke jenis fully synthetic atau sebaliknya.
“Selama pelumas masih berasal dari base oil yang sama (grup 1-3), hal ini tidak terlalu bermasalah. Tapi jika ke jenis fully synthetic atau sebaliknya dari fully synthetic ke mineral, mesin perlu di flushing agar tidak ada sisa oli sebelumnya. Hal ini dikarenakan aditif jenis fully synthetic sulit menyatu dengan base oil jenis mineral. Begitu pun saat konsumen membeli. Sebaiknya, belilah pelumas fully synthetic yang berumur maksimal 6 bulan sejak diproduksi, agar aditif masih menyatu dengan baik,” terang Agung Prabowo kembali.
Kebayangkan, kalo aditif pelumas tidak bekerja optimal, otomatis kinerja pelumas dalam melindungi komponen bergerak di mesin menjadi tidak optimal.
CARA FLUSHING
“Sebaiknya jangan menggunakan engine flushing dengan bahan dasar solvent. Gunakan dengan base oil serupa atau menggunakan oli sejenis dengan volume 40% menjadi pilihan terbaik untuk mengganti pelumas agar optimal,” tutup Agung sambil menyarankan untuk mengganti filter oli setiap ganti oli.
[Dhany Ekasaputra]

 

 

About Dhany Ekasaputra 123 Articles
Experience 1. Racing Driver (1999-2002) 2. Testing Driver, e.g : Lamborghini Aventador, Lamborghini Gallardo, Lotus Elise, Nissan GT-R, Nissan Juke R, McLaren 650 S, etc (2001-2015) 3. Journalist Otosport (2001-2003) 4. Journalist Auto Bild Indonesia (2003-2009) 5. Technical Editor Auto Bild Indonesia (2009-2015) 6. Instructor Safety Institute Indonesia (2014-2016) 7. Operational Manager PT OtoMontir Kreasi Indonesia (2015-2017) 8. Managing Editor aftermarketplus.id (2017- )