Sokbreker Honda PCX Bengkok? Visual Per-nya Kali…

Foto: aftermarketplus.id

AFTERMARKETPLUS.id – Isu sokbreker PCX terbaru bengkok telah menjadi viral. Uniknya, isu ini tak membuat penjualan Honda PCX mengalami penurunan, bahkan konsumen harus inden demi mendapat skuter matik Honda ini.

“Periode penjualan bulan Januari hingga Juni 2018 sebanyak 72.411 unit dan penjualan Honda saat di Pekan Raya Jakarta lalu, PCX mendominasi hingga 38%,” terang Ahmad Muhibbuddin, Deputy Head of Corporate Communication Astra Honda Motor.

SUSPENSI = PER + SOKBREKER

Sebelum membahas lebih detail, suspensi di motor itu memiliki komponen yang terdiri dari per dan sokbreker.

Dimana, per memiliki peran sebagai peredam getaran saat melewati permukaan jalan dan sokbreker mempunyai peran agar ayunan gerakan per tidak berlebihan, sehingga mempengaruhi kestabilan.

Artinya, rasa keras atau empuk dari suspensi lebih dikarenakan faktor spring rate (tingkat kekerasan per) itu sendiri ketimbang sokbreker. Semakin keras, otomatis semakin stabil namun limbung. Begitu pun sebaliknya.

IMG-20180710-WA0081

Artinya, kekerasan per menjadi begitu krusial untuk disematkan di sebuah kendaraan. Jangan sampai terlalu empuk karena bikin limbung, tapi jangan terlalu keras juga, karena akan dikeluhkan konsumen, seperti Yamaha Nmax generasi pertama.

Nah kembali ke Honda PCX terbaru, dari kontruksi terlihat posisi sokbreker lebih rebah dari Yamaha Nmax, artinya karakter suspensi akan lebih empuk.

Belum lagi dengan penerapan spring rate yang juga lebih empuk. Dari data spring rate Honda PCX lama (CBU) saja yang digunakan Ohlins, cuma 10 Nm – bandingkan dengan Yamaha Nmax dengan 14 Nm. Berarti, bagian atas PCX yang perlu ditopang per belakang, jauh lebih ringan ketimbang Nmax.

Gak heran kalo kontruksi per Honda PCX lokal – untuk membuat spring rate empuk – dibuat progresif dengan bagian rapatnya lebih banyak. Efek dari per kelewat empuk dipadu dengan sudut sokbreker yang cukup rebah adalah pergerakan yang liar saat meredam guncangan dari permukaan jalan.

Karena memang sifat dasar per yang akan bergerak liar saat mendapat beban. Maksudnya, saat per ditekan, per bisa bergerak ke kanan – kiri atau depan – belakang.

Hal ini pun juga sangat diperhatikan oleh Ohlins selaku produsen suspensi dunia, dengan menyematkan plastik hitam di bodi sokbrekernya. Terlihat bekas gesekan meski disematkan di Yamaha Nmax sekali pun.

Tujuannya jelas untuk safety, agar per tidak tersangkut ke bagian atas tabung utama sokbreker saat per mendapat beban penuh dalam meredam permukaan jalan. Karena begitu dekatnya jarak antara per dan tabung sokbreker Ohlins.

Masih gak percaya? Coba tekan per pulpen, pasti per akan melejit ke sisi yang dianggap kosong atau bebas. Lalu goyang-goyangkan, per pun akan bergerak memgikuti momentum arah gerakan. Pergerakan per hanya dibatasi oleh bodi isi pulpen itu sendiri.

SOKBREKER BENGKOK?

Sedangkan jika sokbreker yang bengkok, tentu pergerakan naik turun akan terganggu. Sil as sokbreker akan langsung bocor saat as sokbreker sudah tidak lurus lagi.

Motor pun sudah pasti tidak akan lolos untuk diproduksi, lantaran perlu uji tes yang cukup panjang agar motor dapat diproduksi secara massal.

Artinya, bedakan sokbreker bengkok dengan pergerakan per yang terlihat bengkok yaaa…

[Dhany Ekasaputra]