FIRST IMPRESSION: Apa yang ditawarkan Toyota C-HR dengan harga hampir setengah miliar?

Foto: Istimewa

AFTERMARKETPLUS.id – Tidak sedikit konsumen yang kaget dengan harga crossover terbaru Toyota, C-HR. Dengan harga termahal Rp 490 juta – OTR Jakarta, artinya Toyota C-HR nyaris menyentuh angka setengah miliar.

“Driving experience menjadi tawaran menarik untuk konsumen Indonesia yang menginginkan sebuah kendaraan dengan desain stylish dan modern,” terang Yoshihiro Nakata, President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM).

MESIN BERTENAGA NAMUN EFISIEN

Dari tiga pilihan mesin yang tersedia pada C-HR, – 1.200 cc turbo, 1.800 cc dan 2.000 cc – TAM memilih mesin 1.800 cc 4-silinder Dual VVT-i untuk pasar Indonesia.

“Secara performa, mesin 1.8 lebih bertenaga ketimbang mesin 1.2 turbo sehingga pas untuk mendapatkan driving experience dari Toyota C-HR ini. Tapi mesin ini juga lebih efisien ketimbang mesin 2.0 -nya. Sehingga pilihan mesin 1.8 merupakan kompromi tepat untuk pasar Indonesia,” terang Bansar Maduma selaku Product General Manager CBU and Commercial TAM saat peluncuran Toyota C-HR (10/4).

Tapi… alasan lainnya adalah efisiensi dalam hal penyediaan spare part. Mesin dengan kode 2ZR-FBE ini telah digunakan pada Toyota Corolla Altis.

Begitu pun dengan transmisi yang mengusung jenis CVT. Artinya, pihak Toyota tidak perlu lagi investasi untuk ketersediaan komponen mesin dan transmisi lagi.

Mesin bertenaga 139 dk di 6.400 rpm serta torsi 170 Nm di 4.000 rpm tentu begitu mumpuni untuk memboyong Toyota C-HR yang memiliki dimensi PxLxT 4.360 x 1.795 x 1.565 mm. Pilihan mode manual 7-speed kian menambah kesan fun to drive.

SASIS BARU TNGA

Untuk memperoleh driving experience yang asyik, Toyota mengadopsi sasis TNGA (Toyota New Global Architecture) yang mampu memberikan pengendalian optimal. Sasis ini dirancang cukup kaku dengan peningkatan hingga 35-60%, berkat penerapan material yang lebih kuat serta teknik pengelasan laser terbaru.

Apalagi Toyota C-HR mengadopsi suspensi McPherson strut di roda depan yang dilengkapi strutbar terintegrasi sasis.

Sedangkan di roda belakang, Toyota menyematkan suspensi double wishbone yang mampu menjaga ban tetap tegak dalam beragam kondisi jalan, sehingga memperoleh grip optimal ketika bermanuver.

DRIVER ORIENTED

Berbicara driving experience, tentu pengemudi menjadi proritas pertama saat berada di interior. Konsep MeZONE dengan desain dasbor mengarah ke pengemudi menawarkan kemudahan dalam memantau panel instrumen serta mengoperasikan beragam tombol fitur di Toyota C-HR.

Posisi duduk pengemudi pun cukup ergonomis dan dilengkapi pengaturan lumbar support sehingga memberikan kenyamanan lebih dan membuat pengemudi tidak cepat merasa lelah.

Hal berbeda saat Anda menjadi penumpang. Satu-satunya tempat ternyaman adalah di sisi kiri driver. Pasalnya, saat duduk di belakang, ruang kepala terbatas namun beruntung ruang kaki cukup memadai.

Ruang penyimpanan bagasi dapat diperluas dengan melipat bangku belakang dengan lantai rata.
Satu yang disayangkan, untuk harga hampir setengah miliar ini, Toyota C-HR belum menggunakan headlamp dan rear lamp LED.

PEACE OF MIND

Segudang fitur keselamatan dan kenyamanan berkendara disematkan Toyota pada C-HR. Kontrol traksi dan kestabilan, 7 airbags, blind spot monitor, auto brake hold, impact absorbing structure, serta rear cross traffic alert yang sangat berguna saat mobil mundur dari tempat parkir.

Uniknya, G-Force indikator hadir pada monitor 4,2” di panel instrumen layaknya sportscar. Selain itu, C-HR juga menyematkan cruise control serta driving mode Eco dan Sport.

[Dhany Ekasaputra]