First Impression Mobil Listrik DFSK Glory E3

Foto: aftermarketplus.id

AFTERMARKETPLUS.id – Cara membuat sebuah karya terbaik bisa beragam cara, salah satunya dengan mencontoh semua yang terbaik dan gabungkan menjadi satu. Hal itulah yang dilakukan oleh DFSK pada saat membuat mobil DFSK Glory E3 dengan tenaga sepenuhnya listrik ini.

Melihat tampilan eksteriornya, karena sekilas mirip dengan desain Audi, jujur kami suka desainnya. Bagian depan dibalut dengan chrome grille dengan tiga garis trim horizontal.

Gaya desain yang menghubungkan lampu depan dan chrome grille merupakan ciri khas dari deretan ketiga model SUV DFSK lainnya. Tapi karena ini merupakan mobil listrik, jadi grill bagian bawahnya diberi aksen warna biru.

Desain lampunya sudah menggunakan teknologi projector, sayang lampu kecilnya masih menggunakan bohlam halogen. Lalu terdapat lampu daytime running light (DRL) di bemper depan bagian bawah.

Desain bemper depannya cukup sporty dengan adanya spoiler dibawah bemper. Desain belakang mobil yang kokoh ini juga sudah dilengkapi dengan lampu belakang dengan desain keren dan berteknologi LED.

Glory E3 telah dilengkapi dengan pelek racing berukuran 18 inci dengan model palang tipis. Pelek dengan desain sporty itu dibungkus dengan ban Landsail berukuran 225/55/R18.

Nah, uniknya karena ini merupakan mobil bermesin listrik, maka terdapat 2 tempat untuk mencharge daya nya, yaitu pada bagian kiri dan kanan.

Yang sebelah kiri untuk quick charging, yang kanan standart charging. Tampilan stylish dengan garis bodi dinamis serta didukung dimensi bodi 4385mm x 1850mm x 1647mm dan memiliki wheelbase 2655mm mampu memberikan kesan modern dan urban.

Baca juga: http://aftermarketplus.id/review/review-mobil/test-drive-dfsk-glory-560-rp-239-juta-sangat-worthed

Menurut kami desain interiornya cukup keren dan sporty seperti SUV mewah masa kini. Joknya seperti berdesain semi bucket dan ada motif garis birunya.

Untuk posisi pengemudi dapat digerakan secara elektris, sementara untuk penumpang masih menggunakan manual. Glory E3 mempunyai posisi duduk yang ergonomis.

Segala macam tombol-tombol pengaturan dapat digapai dengan mudah. Bahan material dasbor pun menggunakan soft touch. Bukan plastic seperti mobil buatan Jepang kebanyakan.

Ada jahit-jahitan berwarna biruTerdapat layar berukuran 10,25 inci, berteknologi touch screen yang dapat berfungsi sebagai Bluetooth audio dan telepon, melihat kerusakan pada mobil, melihat camera 360, melihat kamera depan mobil, dan lain-lain.

Bentuk layarnya ini mirip seperti layar yang dimiliki BMW. Pada console tengahnya terdapat tuas transmisi berbentuk bundar yang dapat bergerak naik saat mobil menyala. Persis seperti Jaguar dan Land Rover.

Lalu ada tombol pengaturan mode berkendara, dan kamera serta tuas rem tangan elektris. Dan yang kami suka lagi, plafon mobil ini berwarna hitam seperti pada mobil-mobil sport buatan eropa.

Terdapat juga panomaric roof untuk melihat bintang – bintang pada malam hari. Sehingga terkesan romantis. Setelah melihat eksterior dan interiornya, kami pun mencoba mobil ini di area parkir showroom DFSK Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Mesin segera kami nyalakan menggunakan tombol start stop. Desain speedometer dengan teknologi LEDnya cukup keren. Terdapat 3 pilihan desain pada speedometernya ini.

Ketiga desainnya ini mengingatkan kami pada 3 mobil. Karena, desain pertama menurut kami mirip desainnya speedometer Mercedes. Lalu desain lainnya lagi mirip BMW dan Honda.

Setelah kami melihat desain speedometernya, kami segera injak pedal gasnya. Tenaga motor listrik dan baterai sebesar 120 dk dan torsi 300 Nm cukup terasa saat kami injak gas.

Sayang kami tidak dapat merasakan bantingan suspensi dan handlingnya.

Glory E3 yang menghadirkan kombinasi motor listrik dan baterai, memiliki berbagai varian berdasarkan kemampuan jarak tempuh, mulai dari 305/405 kilometer.

https://youtu.be/A7gjfdDeFq8

Untuk melakukan pengisian daya baterai, Glory E3 hanya memerlukan waktu 30 menit dan mampu mencapai 80 persen daya baterai pada quick charger.

Sementara pada standart charger memerlukan waktu 8 jam. Sayang peraturan pemerintah terhadap mobil listrik belum jelas. Sehingga mobil ini belum dijual secara resmi di Indonesia dan masih built up dari China.

Ingin mengetahui rasa berkendaranya? Pantau terus situs kesayanganmu ini. 

[Gilang Budiman]

About Gilang Budiman 489 Articles
Organisation Experience Honda Civic Indonesia (2002) BMW CAR CLUB INDONESIA (2009-now) Mercedes Benz Club Indonesia (2014-now) Testing driver Ferrari F12, Bmw i8, Bentley, Lotus Elise, Lotus Exige, etc (2011-now) Auto bild magazine (2011 - 2015) Car Review, Otodriver, Car moto (2015-2016 ) Senior Editor aftermarketplus.id (2016-)
Contact: Website