Holiday Test Drive 2019: Petualangan Seru Sang Kakak – Mitsubishi Xpander – di Liburan Lebaran Kali Ini…

Foto: aftermarketplus.id

AFTERMARKETPLUS.id – Sesuai rencana awal, Mitsubishi Xpander menjadi moda transportasi saya sekeluarga untuk berlibur ke Guciku, Tegal, Jawa Tengah (30/5). Petualang seru Sang Kakak pun dimulai dari cerita ini.

ETAPE PERTAMA

Sebagai liburan etape pertama ini (30/5 – 5/6), Sang Kakak dimuati oleh 4 orang dewasa dengan 2 anak berusia 10 tahun dan 5 tahun.

Keterbatasan ruang penyimpanan, membuat saya perlu melipat salah satu bangku baris ketiga agar seluruh barang bawaan dapat terakomodasi dengan baik.

Beruntung… Mitsubishi Xpander memiliki ruang penyimpanan tersembuyi yang cukup banyak sehingga membantu sisi akomodasi, seperti ruang penyimpanan di bawah bagasi dan bangku penumpang depan.

Plus cup holder tersedia di tiap pintu sebanyak 3 buah, plus 2 di bangku baris ketiga.

Senyuman penumpang dan saya pun mulai melebar saat mengetahui kinerja suspensi dari Mitsubishi Xpander. Perpaduan sempurna antara kebutuhan pengemudi dengan penumpang, tersedia pada Sang Kakak ini.

Jika seluruh penumpang begitu mengagumi terhadap kelembutan suspensi dari Mitsubishi Xpander, sementara saya sebagai pengemudi tetap mendapat handling mumpuni, sehingga kontrol Sang Kakak saat bermanuver cepat tetap terakomodir.

Umumnya, dengan ground clearance 205 mm yang tergolong tinggi, akan berdampak pada kesan limbung.

Namun sasis yang rigid menjadi kunci pada Mitsubishi Xpander agar pengendalian tetap optimal, lantaran engineer menyematkan strut bar yang menghubungkan dudukan suspensi depan kiri dan kanan, meski secara tersembunyi. 

Tak heran jika bermanuver di kecepatan 140 Km/Jam di jalan bebas hambatan, tetap memberikan rasa berpercaya diri yang tinggi bagi pengemudi.

Uniknya, seluruh penumpang pun tak merasakan guncangan berarti dengan ditandai oleh tetap terlelapnya mereka selama perjalanan melintas tol Trans Jawa – dimana saat itu baru dimulai berlakukan arus searah (ONE WAY) menuju Jawa Tengah.

Dipadu dengan transmisi otomatis 4-Speed, ternyata performanya tetap mumpuni, meski diawal, saya sempat pesimis dengan transmisi jenis ini.

Untunglah, Mitsubishi masih mengadopsi teknologi katup variabel tunggal (MIVEC) alias pengaturan katup hanya berlaku di katup masuk saja.

Plus penerapan intake manifold berjalur panjang dengan banyaknya tabung resonator sehingga mampu menghasilkan torsi sebesar 141 Nm yang mumpuni untuk menghela bobot kendaraan seberat 1.240 kg. 

Gear ratio gigi tiga yang memadukan komposisi 1.000 di transmisi dan 4.375 pada final gear, terbukti cukup efektif dan memiliki power band sangat lebar.

Alhasil, saya hanya perlu menon-aktifkan overdrive (O/D OFF) di tuas transmisi, putaran mesin pun langsung meningkat dan berada di torsi maksimum saat melaju di jalan bebas hambatan.

Sehingga proses menyalip pun kian mudah dan kecepatan 130 km/jam dapat dirauh dengan mudah.

Konsumsi BBM pun tergolong irit dengan mencatat angka 12,05 Km/L untuk rute Jakarta – Tegal, lalu 12,2 Km/L untuk rute Tegal – Bandung dan 12,4 Km/L untuk rute Bandung – Jakarta.

ETAPE KEDUA

Memasuki H+2, liburan etape kedua pun dimulai (6-9/6). Target lokasi kali ini adalah Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Liburan kali ini, Sang Kakak akan menghadapi jalan gravel serta menanjak curam lantaran mengunjungi wisata Gunung Galunggung.

Di etape kedua, bangku baris ketiga Mitsubishi Xpander diubah menjadi tempat bermain anak agar liburan kian berkesan dan si kecil dan sepupunya tetap riang gembira selama perjalanan ini.

Apalagi kemacetan parah mewarnai perjalanan kali ini yang rute perjalanan Jakarta – Singaparna menempuh waktu hingga 13 jam. Tak heran jika konsumsi BBM di rute ini hanya mencapai 10,8 Km/L.

Meski Mitsubishi Xpander memiliki gerak roda depan, kemampuan menanjak bukanlah perkara sulit selama traksi ban dijaga dengan baik oleh pengemudi.

Begitu pun dengan transmisi matik yang terus menggunakan gear rasio terendah (L) yang memiliki angka 2.875. Dengan rasio ini, Sang Kakak dapat dipacu hingga kecepatan sekitar 50 Km/Jam.

Efek engine brake pun diperoleh untuk meringankan kerja rem saat dijalan menurun panjang.

Dalam kondisi ini membuat suhu oli transmisi akan terjaga sehingga tidak mengalami overheat yang dapat membuat mobil menjadi tak kuat menanjak.

Meski belum dilengkapi dengan pengaturan AC digital, namun Mitsubishi Xpander menyematkan pengaturan kecepatan blower hingga 8 tingkat kecepatan di depan dan 4 tingkat kecepatan di blower belakang.

Alhasil, tingkat dingin dapat diatur begitu fleksibel sesuai dengan kebutuhan.

Sayangnya, di tipe Exceed ini yang dijual dengan harga Rp 244,2 juta, Mitsubishi belum menyematkan sensor parkir sehingga sangat merepotkan ketika hendak parkir.

Begitu pun dengan fitur entertaiment, seluruh penumpang hanya dapat menikmati alunan musik sepanjang perjalanan liburan kali ini. 

[Dhany Ekasaputra]

About Dhany Ekasaputra 188 Articles
Experience 1. Racing Driver (1999-2002) 2. Testing Driver, e.g : Lamborghini Aventador, Lamborghini Gallardo, Lotus Elise, Nissan GT-R, Nissan Juke R, McLaren 650 S, etc (2001-2015) 3. Journalist Otosport (2001-2003) 4. Journalist Auto Bild Indonesia (2003-2009) 5. Technical Editor Auto Bild Indonesia (2009-2015) 6. Instructor Safety Institute Indonesia (2014-2016) 7. Operational Manager PT OtoMontir Kreasi Indonesia (2015-2017) 8. Managing Editor aftermarketplus.id (2017- )