Mencoba Datsun GO Terbaru Dengan Transmisi CVT Yang Memiliki Tenaga 10 PS Lebih Besar Dari Transmisi Manual

Foto: aftermarketplus.id

AFTERMARKETPLUS.id – Dalam acara Ngabuburit yang diselenggarakan PT Nissan Motor Indonesia, awak media mendapat kesempatan untuk mencoba Datsun GO terbaru dengan transmisi tanpa roda gigi alias CVT.

Cukup banyak pengembangan yang dilakukan Datsun pada GO dan GO+ terbaru ini. Jika Cross merupakan tipe termewah dari Datsun, GO dan GO+ merupakan produk andalan yang akan menjadi tulang punggung Datsun di Indonesia.

Desain bumper depan mengalami perubahan total dengan penambahan DRL (Day time Running Light). Begitu pun desain bunper belakang. Penerapan pelek 14 inci dipadu ban berukuran 165/70, juga menjadikan Datsun GO terlihat lebih proposional.

IMG-20180607-WA0013

Masuk ke interior, Anda akan menemukan perubahan yang cukup menyenangkan mata dan fungsional. Paling mencolok adalah penerapan bangku terpisah sehingga terlihat lebih keren.

Dampak bangku terpisah, membuat posisi rem parkir bisa ditempatkan diantara bangku tersebut – jika sebelumnya rem parkir mengadopsi model tarik di area dasbor.

Saluran AC di tengah pun mengalami perubahan sehingga Datsun dapat menyematkan head unit monitor 6,75 inci. Artinya menggantikan head unit single DIN yang selama ini digunakan. Panel instrumen juga tampil dengan desain baru yang lebih modern.

Satu-satunya yang kurang asyik dipandang mata adalah area pengaturan AC yang masih terlihat kuno. Selain desainnya, juga terhadap alpa-nya pilihan arah saluran udara AC, kini hanya untuk pengaturan blower dan tingkat dingin kabin.

Tapi untuk pengaturan lampu, Datsun memberikan pilihan Auto sehingga pengemudi tak perlu repot untuk menyalakan atau mematikan lampu saat melewati jalanan gelap atau minim cahaya. Begitupun dengan tersedianya intermittent wiper yang dapat diatur sesuai tingkat derasnya rintik hujan.

Belum lagi dengan elektrik mirror sehingga gak bikin repot saat perlu mengatur sudut kaca spion saat berganti pengemudi. Plus power window untuk keempat jendela dan fitur follow me home yang dapat diatur antara 30-120 detik agar headlamp tetap menyala meski mesin sudah tidak bekerja.

Tak kalah penting adalah penerapan transmisi tanpa roda gigi alias CVT. Transmisi jenis ini tentu memiliki keunggulan dalam rasa berkendara halus lantaran tak ada lagi perpindahan gigi saat berakselerasi atau deselerasi.

Uniknya, Datsun memadukan mesin 3-silinder dengan mapping komputer berbeda sehingga mampu menghasilkan tenaga yang lebih besar ketimbang GO bertransmisi manual.

IMG-20180607-WA0017

Selisihnya sampai 10 PS sob… Jika mesin bertransmisi manual mampu menghasilkan 68 PS di 5.000 rpm, jenis CVT mencapai 78 PS di 6.000 rpm. MAF sensor di saluran masuk Datsun GO CVT menjadi pembeda diantara kedua mesin ini. Namun untuk torsi maksimum, kedua mesin ini tetap mampu menghasilkan 104 Nm.

Karakter mesin 3-silinder yang kuat dipadu dengan CVT, tentu merupakan komposisi ideal untuk sebuah transporter perkotaan. Jika selama ini, pemilik Datsun hanya memperoleh keuntungan dalam hal efisensi BBM belaka, kini faktor kenyamanan turut diperoleh lantaran hilangnya satu pedal di mobil.

Begitu pun dengan suspensi. Berbagi sasis dengan Nissan March, membuat Datsun GO tetap terasa nyaman. Apalagi Datsun kini menambahkan peredaman sehingga kabin lebih senyap.

Fitur keamanan masih menjadi ‘PeeR’ Datsun pada GO. Rem ABS belum hadir dan alpa-nya headrest belakang, serta masih menerapkan single airbag di sisi pengemudi.

Datsun GO yang telah dilengkapi immobilizer ini dijual dengan rentang harga Rp 102,99 – 142,19 juta yang terbagi dalam 4 tipe; D, A, T dan T-active serta hadir dalam 5 pilihan warna.

[Dhany Ekasaputra]

About Dhany Ekasaputra 137 Articles
Experience 1. Racing Driver (1999-2002) 2. Testing Driver, e.g : Lamborghini Aventador, Lamborghini Gallardo, Lotus Elise, Nissan GT-R, Nissan Juke R, McLaren 650 S, etc (2001-2015) 3. Journalist Otosport (2001-2003) 4. Journalist Auto Bild Indonesia (2003-2009) 5. Technical Editor Auto Bild Indonesia (2009-2015) 6. Instructor Safety Institute Indonesia (2014-2016) 7. Operational Manager PT OtoMontir Kreasi Indonesia (2015-2017) 8. Managing Editor aftermarketplus.id (2017- )