Review KIA Grand Sedona Diesel Bertenaga 200 PS

Foto: aftermarketplus.id

AFTERMARKETPLUS.id – Inilah review singkat KIA Grand Sedona Diesel telah resmi diluncurkan pada (18/7) lalu. Meski dengan trek yang sangat terbatas, namun karakternya sesuai dengan presentasi yang diberikan pihak KIA saat merilis Grand Sedona Diesel.

INTERIOR LAPANG

Dari sisi dimensi (P x L x T) 5.115 x 1.985 x 1.755 mm, sudah terbayang mobil keluarga ini begitu ‘gambot’. Apalagi KIA Grand Sedona memiliki wheelbase sepanjang 3.060 mm, artinya ia menawarkan kabin yang begitu lapang.

Duduk dibalik kemudi, bangku menyediakan pengaturan secara elektris dan setir yang dapat diatur naik-turun dan maju-mundur. Jadi, cukup mudah mengatur posisi duduk yang nyaman untuk ruang kaki dan jangkauan ke lingkar kemudi.

JAK

IMPRESI BERKENDARA

Dengan penyematan smart key, maka mesin pun mengadopsi start stop button. Suara mesin khas diesel terdengar sayup dengan peredaman cukup baik.

Mesin bertenaga 200 PS pun siap ditransfer via transmisi otomatis 8-speed ke roda depan. Jika pada KIA Sorento, ban depan sangat mudah spin saat pedal gas diinjak spontan, namun pada Grand Sedona Diesel, hal ini tidak terjadi. Entah lantaran permukaan jalan konblok atau bobot kendaraan yang teramat berat karena mencapai 2,4 ton.

Setidaknya, perpindahan gigi berlangsung halus lantaran memiliki 8 rasio gir sehingga mampu meredam lonjakan torsi sebesar 441,3 Nm yang sudah diraih sejak 1.750 rpm. Saat menggunakan mode manual, komputer transmisi mampu bekerja sigap sehingga terasa fun to drive.

Gaya G pun cukup terasa saat pedal gas diinjak spontan sehingga dapat dipastikan, proses menyalip kendaraan akan berlangsung lebih mudah, dengan catatan pengemudi sudah terbiasa dengan ukuran bodinya yang besar ya…

Di ujung area test drive, kami pun harus berbalik arah. Dengan dua lajur dalam satu jalur, pengemudi perlu memanfaatkan 1/4 lajur agar dapat berbalik arah secara sempurna – sangat wajar mengingat wheelbase hingga 3 meter lebih.

Efek dari wheelbase panjang ini dan berat hingga 2,4 ton ini terhadap pengendalian adalah beban pada dinding ban. Respon kemudi terasa sigap namun gerakan mengayun hadir saat kemudi perlu di-counter.

Di kecepatan tinggi, hal ini tentu berdampak buruk karena berpotensi terjadi oversteer. Tapi hal ini bukan menjadi masalah serius, jika pengemudi sadar bahwa dirinya sedang mengendarai sebuah mobil keluarga dan bukan sportscar.

Sistem rem cakram dikeempat roda menjadi alat deselerasi yang tepat, mengingat performa mesin yang kuat, otomatis diperlukan rem yang mampu melepas panas dengan baik.

KL

Pintu geser elektris serta dual sunroof kian memberi aura kemewahan pada KIA Grand Sedona. Tak hanya itu, smart tail gate memberi kontribusi kemudahan saat kedua tangan Anda sedang membawa barang. Tinggal berada di dekat logo KIA selama 3 detik, sein akan memberi tanda bahwa pintu akan otomatis terbuka.

Tapi jika tidak ingin digunakan lantaran ruang parkir yang terbatas, Anda dapat men-aktifkan. Jadi untuk membuka pintu bagasi perlu menekan tombol di remote atau pintu.

Untuk mengatur ruang kaki, bangku baris kedua dan ketiga dapat di maju-mundurkan. Apalagi saat bangku baris keempat digunakan (11 seaters). Tapi saat tidak digunakan, bangku baris keempat dapat dilipat rata untuk menjadi ruang bagasi yang lapang.

Dengan harga Rp 595 juta, hanya berselisih Rp 34 juta dengan versi mesin bensin V6 3.342 cc tipe Ultimate. Sedangkan tipe Standar, hanya Rp 503 juta.

[Dhany Ekasaputra]

About Dhany Ekasaputra 137 Articles
Experience 1. Racing Driver (1999-2002) 2. Testing Driver, e.g : Lamborghini Aventador, Lamborghini Gallardo, Lotus Elise, Nissan GT-R, Nissan Juke R, McLaren 650 S, etc (2001-2015) 3. Journalist Otosport (2001-2003) 4. Journalist Auto Bild Indonesia (2003-2009) 5. Technical Editor Auto Bild Indonesia (2009-2015) 6. Instructor Safety Institute Indonesia (2014-2016) 7. Operational Manager PT OtoMontir Kreasi Indonesia (2015-2017) 8. Managing Editor aftermarketplus.id (2017- )