Si Kecil Yang Makin Seksi

Foto: aftermarketplus.id

AFTERMARKETPLUS.id – Pertama kali hadir ke bumi tahun 80an, kini Mazda melalui PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) menghadirkan Mazda Miata generasi ke 4. Sebagai sebuah roadster terlaris didunia, kami beruntung diberikan kesempatan untuk mencobanya.

Meskipun kami mencoba Mazda Miata dengan atap soft top, tapi yang akan dijual di Indonesia adalah yang ber atap keras (RF). Miata dengan atap soft top ini hanya dijadikan sebagai mobil contoh. Meskipun begitu, rasa berkendara dan fiturnya tetap sama.

MIA3Memang tidak semua orang menyukai sebuah mobil roadster, kenapa? Karena minim fitur, sempit, suspensi keras dan tidak nyaman. Tapi memang itu lah yang dicari oleh penggila car enthusiast yang gemar mengendarai mobil. Tapi sebelum saya bercerita lebih jauh, mari kita bahas dulu eksteriornya.

EKSTERIOR
Akhirnya Mazda mengubah eksterior Miata di generasi ke empat ini dengan drastis. Sebelumnya Mazda Miata mempunyai desain bulat yang hampir mirip dari generasi pertama hingga ke-tiga. Tentu generasi ke empat ini menjadi jauh lebih seksi.

Desain bagian depannya kini jadi melancip. Lampu depannya menjadi sipit dan sudah dilengkapi teknologi LED dan projector.

Lampu depan tersebut dapat mengikuti arah setir kita serta mempunyai setingan lampu jauh yang otomatis. Sehingga tidak menyilaukan bagi pengendara dari arah berlawanan.

Terdapat lampu DRL di bagian bempernya serta spoiler yang melancip seperti pada generasi sebelumnya. Lihat ke bagian samping, mobil ini masih menggunakan pelek berukuran ring 17 berdesain palang 8, dan dibalut ban dengan ukuran yang sama persis dengan generasi ke tiga, yaitu 205/45/R17.

Melihat ke bagian belakangnya, desain lampu belakangnya kini bulat. Tentu sudah dilengkapi juga dengan teknologi LED. Terdapat lampu mundur dan sign dengan bentuk pipih di samping lampu bulat tersebut.

Generasi ke empat ini mempunyai ukuran yang lebih kecil dari generasi sebelumnya, sehingga volume ukuran bagasi menjadi lebih kecil sedikit.

Meskipun ukurannya lebih kecil, tapi tidak terganggu dengan tempat penyimpanan atap ketika atap mobil dibuka. Atap akan tersimpan di dalam pilar B. Sehingga jadi seperti model targa (tipe RF yang dijual di Indonesia). Overall, saya sangat menyukai desain mobil ini. Sangat cantik dan modern meskipun berukuran mungil.

INTERIOR

Layout interior generasi ke empat ini mendapat penyempurnaan yang serius. Lebih sporty dibanding sebelumnya, namun tetap simpel seperti pada generasi ketiga. Desain dashboard, lingkar kemudi dan center stack lebih stylish dengan lubang AC dibuat lebih sporty. Dashboard terbungkus dengan kulit hitam dengan jahitan berwarna merah.

MIA2Instrument meter juga mendapat penataan ulang menjadi lebih apik dan lingkar kemudi mendapat aksen krom. Di sebelah kiri speedometer terdapat tombol start stop. Sementara di bagian kanan terdapat tombol untuk mengaktifkan fitur i-Stop hingga Line assist. Di tengah dashboard terdapat layar sentuh 7 inci yang sudah lengkap dengan MZD Connect, yang sebelumnya tidak ada.

Bagian kokpit ini memang dibagi dua zona, yakni zona fokus untuk mengemudi di bagian pengemudi dan zona yang fokus pada infotainment. Mobil ini sudah dilengkapi dengan speaker Bose 6 buah. Yang menariknya sepasang speaker disematkan di dalam head rest jok. Sehingga kita tetap bisa mendengarkan musik ketika atap dibuka. Suara musik masih tetap terdengar.

Pengaturan yang terdapat di layar tersebut dapat dioperasikan dari tombol putar yang terdapat di konsol tengah. Semua tombol pengaturan diatur user-friendly dan kokpit betul-betul simpel. Anda memang hanya diajak untuk menikmati pengendaraan mobil, bukan yang lain.

Untuk membuka atap kanvasnya hanya bisa dilakukan secara manual dengan membuka tuas di bagian tengah kokpit dan dapat dibuka pada kecepatan berapapun karena manual. Menutupnya pun dilakukan secara manual, tinggal ditarik ke atas dan dikunci oleh tuasnya.

Sementara untuk yang tipe RF, yang dijual di Indonesia, buka dan tutup atapnya dilakukan secara otomatis menggunakan tombol yang berada di console dashboard, di samping tombol pengaturan heater kursi serta dua USB slot. Menurut data dari Mazda, atap dapat di buka dan tutup secara otomatis saat kecepatan mobil maksimal 9 km/ jam.

Di console bagian tengah belakang antara kursi, terdapat tempat penyimpanan barang dan CD changer. Sementara di console tengah terdapat tempat penyimpanan yang kecil juga serta cup holder. Jok nya kini sudah tidak menggunakan Recaro.

Meskipun begitu posisi duduknya masih sangat ergonomis. Ukuran joknya pun saya rasa lebih besar. Karena saat saya mencoba generasi ketiga, badan saya tidak cukup duduk di joknya. Nah sekarang meskipun berat saya naik 8 kg, tapi saya tetap nyaman duduk di jok yang berlapis kulit hitam dengan jahitan merah itu.

MIA4PERFORMA
Mazda MX-5 generasi ke empat ini masih tetap menggunakan transmisi otomatis 6-percepatan untuk mendukung mesin injeksi 4 silinder segaris DOHC 16 valve 2000 cc. Baik mesin maupun transmisinya kini sudah menggunakan teknologi Skyactiv.

Tenaga mesin versi generasi ke empat lebih rendah hanya 160 hp, sedangkan yang lama 167 hp, namun torsinya lebih besar. Yang lama 190 Nm, sedangkan yang baru 200 Nm.

Mazda mengklaim generasi ke empat ini lebih efisien. Ingin tau rasa berkendara serta konsumsi bahan bakarnya? Simak ulasannya di artikel berikutnya.

[Gilang Budiman]

 

About Gilang Budiman 240 Articles
Organisation Experience Honda Civic Indonesia (2002) BMW CAR CLUB INDONESIA (2009-now) Mercedes Benz Club Indonesia (2014-now) Testing driver Ferrari F12, Bmw i8, Bentley, Lotus Elise, Lotus Exige, etc (2011-now) Auto bild magazine (2011 - 2015) Car Review, Otodriver, Car moto (2015-2016 ) Senior Editor aftermarketplus.id (2016-)
Contact: Website