Suzuki Baleno Hatchback MT: Rasa Berkendara Seperti Apa?

Foto: aftermarketplus.id

AFTERMARKETPLUS.id – Sebelumnya telah kami bahas soal kelengkapan fitur dan luas kabin Suzuki Baleno. Sekarang bagaimana dengan rasa berkendaranya? Apakah transformasi dari sedan menjadi hatchback mengurangi unsur sport mobil ini? Bagaimana bila dibandingkan dengan kompetitor di kelasnya?

BAL2Baleno memang punya mesin yang kapasitasnya lebih kecil dibanding rival. Mesin dengan kode K14B yang dipakai oleh Baleno adalah mesin yang sama dengan milik Ertiga. Kapasitas mesinnya Cuma 1,4 liter.

Sementara banyak pesaingnya pakai mesin yang berkapasitas 1,5 liter. Itu sebabnya output yang dihasilkan mesin Baleno hanya 92,4 PS dengan torsi puncak 130 Nm.

Sebagai perbandingan saja, Honda Jazz menghasilkan tenaga 120 PS dengan torsi puncak 145 Nm. Toyota Yaris menghasilkan tenaga 107 PS dengan torsi puncak 140 Nm. Bahkan Performa Baleno masih kalah dari Nissan March yang bertenaga 102 PS dengan torsi puncak 106 Nm. Apalagi mesin Ertiga yang dipakai Baleno punya tipikal penyaluran tenaga yang lembut karena mengejar konsumsi bahan bakar yang irit.

BAL16Ternyata, saat kami uji penyaluran tenaga ke mesin terasa cukup instan. Memang ada sedikit jeda. Tapi setelah putaran mesin melewati 3.000 rpm, barulah performa Baleno mulai menunjukkan dirinya. Terutama di gigi kedua dan ketiga. Apalagi jarak antar gigi Baleno sangat besar.

Jadi bisa injak gas dalam-dalam sampai red line di sekitar 6.500 rpm. Setelah injak kopling dan pindah ke gigi ketiga, momentum yang hilang tak sampai membuat tenaganya jatuh. Cukup sebentar saja dan putaran mesin pun mulai menanjak dengan pasti.

Jujur saja, mendengar mobil ini pakai mesin Ertiga awalnya kami sempat ragu. Faktanya mesin ini bisa juga diracik menjadi terasa menyenangkan. Tentunya dengan komposisi rasio gigi yang pas.

BAL10Setelan ini cocok untuk di perkotaan. Akselerasi ringan lebih banyak dibutuhkan ketimbang melaju kencang dengan kecepatan tinggi di jalan bebas hambatan yang seringnya justru banyak hambatan.

Bantingan suspensi mobil ini lumayan baik. Karena meski jarak ayun suspensi lumayan panjang, namun tak lantas membuat mobil terlalu mengayun. Memang gejala limbung kerap muncul saat menikung mulai dari kecepatan menengah. Maklum saja mobil ini bukan mobil sport. Jelasnya, bantingan suspensi mobil ini masih lebih empuk dari Honda Jazz tapi tak selimbung Toyota Yaris.

Sayang kemudi Baleno kurang memenuhi ekspektasi kami. Pergerakannya terlalu ringan dengan respons yang kurang linear. Maksud Suzuki kami paham, niatnya mulia karena tak ingin memberatkan pengemudinya saat berkelit di kemacetan atau saat bermanuver parkir. Masalahnya feedback dari roda ke lingkar kemudi juga tak terasa. Seandainya saja kemudi Baleno seenak Mazda 2.

BAL11Kembali ke soal mesin. Berapa catatan konsumsi BBM Baleno? Klaim Suzuki, Baleno telah diuji oleh Balai Teknologi Termodinamika Motor dan Propulsi (BT2MP) – Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Hasilnya, Baleno bertransmisi otomatis menghasilkan konsumsi BBM 20,66 kpl sedangkan versi manualnya 22,17 kpl.

Berdasarkan pengalaman kami menguji Baleno bertransmisi manual sejauh kurang lebih 200 km dari Jakarta menuju Bandung lewat tol Cipularang dengan kondisi jalan macet di beberapa ruas, MID mencatat angka 15,6 kpl. Lumayan efisien. Simpulannya, Baleno bertransmisi manual punya value for money yang sepadan.

[MNR/SAT]

About pekik udi irianto 971 Articles
1. Otomotif Tabloid, PT Dunia Otomotifindo - Group of Magazine as Photographer from May 2, 1994 to June 14, 2001 2. Otosport Tabloid, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photographer from June 15, 2001 to December 31, 2001 3. Otosport Tabloid, Automotive Media Supporting Unit, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2002 to December 31, 2002 4. Otosport Tabloid, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2003 to April 5, 2003 5. Auto Bild Magazine, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from May 6, 2003 to December 31, 2008 6. Photographic Section, Auto Bild Editorial Department, Automotif Media, Publishing II Division, PT Infometro Mediatama - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2009 to October 31, 2014 7. aftermarketplus.id as Editor in Chief from August 2, 2015 to present