Tips Taklukan Tanjakan Bromo Dengan Wuling Cortez

Foto: Dhany Ekasaputra

AFTERMARKETPLUS.id – Tantangan terberat dalam Media Test Drive untuk produk Wuling Cortez (7-9/2) adalah menaklukan rute dari kota Malang menuju Gunung Bromo.

KJalan menanjak dan turunan ekstrim serta berkelok menjadi tantangan Cortez dengan penggerak roda depannya. Tapi ada trik yang bisa dioptimalkan dari fitur yang diadopsi Wuling lho. Bagaimana caranya?

Pertama adalah perlu memahami dahulu bahwa Wuling Cortez mengadopsi intelligent Automated Mechanical Transmission (i-AMT). Transmisi ini memiliki basik transmisi manual yang dibuat matik.

BTujuannya jelas untuk meminimalkan biaya perawatan karena menggunakan kopling kering alias tidak menggunakan torque converter seperti transmisi otomatis pada umumnya. Efeknya, transfer tenaga mesin ke roda menjadi lebih efisien dengan minim gejala slip.

Prinsip kerjanya mirip dengan dual clutch pada transmisi Ford Fiesta atau VW Golf yang memposisikan kopling slip sehingga saat pedal rem tidak diinjak, mobil akan berjalan perlahan.

Karena Wuling Cortez hanya mengadopsi single clutch, otomatis perpindahan giginya menjadi tidak secepat Golf atau Fiesta.

Tapi dengan posisi kopling yang mirip dengan injakan setengah kopling ini lah, yang membuat i-AMT lebih baik ketimbang jenis AMT yang dikembangkan Suzuki pada Karimunnya.

GA1Mode manual menjadi pilihan terbaik dalam menaklukan rute seperti ini. Hal ini bertujuan agar komputer transmisi tidak memindahkan posisi gigi yang dapat membuat laju mobil kehilangan momentum menanjaknya. Apalagi perpindahan gigi Wuling Cortez belum terlalu cepat.

Fitur Automatic Vehicle Holding (AVH) dan Hill Hold Control (HHC) berperan penting untuk membantu pengemudi saat harus berhenti di jalan menanjak atau menurun curam sekalipun. Kedua kaki pun bisa beristirahat sejenak dalam kondisi ini.

Tak kalah penting adalah trik mematikan Electronic Stability Control (ESP) saat jalan menanjak. Pasalnya, fitur yang bertugas untuk menjaga kestabilan ini akan mengurangi tenaga mesin ketika ban kehilangan grip dan traksi. Kebayang kan kalo tenaga mesin diturunkan saat mobil sedang melaju di jalan menanjak?

Intinya, menjaga momentum menjadi kunci agar mobil berpenggerak roda depan tetap dapat melaju di tanjakan ekstrim. Posisi gigi 1 dengan menon-aktifkan fitur ESP, akan membuat Cortez mampu melahap jalan menanjak ekstrim serta berliku seperti di rute Malang – Bromo ini.

[Dhany Ekasaputra]

About Dhany Ekasaputra 133 Articles
Experience 1. Racing Driver (1999-2002) 2. Testing Driver, e.g : Lamborghini Aventador, Lamborghini Gallardo, Lotus Elise, Nissan GT-R, Nissan Juke R, McLaren 650 S, etc (2001-2015) 3. Journalist Otosport (2001-2003) 4. Journalist Auto Bild Indonesia (2003-2009) 5. Technical Editor Auto Bild Indonesia (2009-2015) 6. Instructor Safety Institute Indonesia (2014-2016) 7. Operational Manager PT OtoMontir Kreasi Indonesia (2015-2017) 8. Managing Editor aftermarketplus.id (2017- )