Toyota C-HR: Mobil Yang Sangat Fun To Drive

Foto: aftermarketplus.id

AFTERMARKETPLUS.id – Sejak diluncurkan 10 April 2018 lalu, kami sangat penasaran dengan rasa berkendara Toyota C-HR. Hal itu karena harganya yang cukup mahal dibanding pesaingnya, yaitu Rp 488,5 jt – Rp 490 jt.

Kami ingin merasakan apakah mobil tersebut pantas dibanderol dengan harga semahal itu.

IMG-20180503-WA0025Beruntung PT Toyota Astra Motor mengundang kami untuk melakukan first drive Toyota C-HR tersebut bersama rekan media lain di kawasan Ancol, Jakarta Utara(03/05).

Seperti apakah menurut kami mobil ini?

Eksterior
Kami melihat eksteriornya, Toyota C-HR mempunyai desain yang sangat bagus. Desain bemper depannya sangat sporty. Begitu juga dengan model kap mesin yang berbentuk lancip menurun dipadu dengan lampu depan yang sipit membuatnya sangat keren.

Lampu depannya sudah menggunakan teknologi LED pada DRL nya. Meskipun sudah menggunakan teknologi projector, sayang bohlamnya masih halogen.

Melihat bagian sampingnya, sebagai sebuah mobil coupe, maka bagian belakangnya berbentuk melandai.

Handle pintu belakang berada di posisi dekat dengan pilar C. Sekilas mobil ini hanya mempunyai dua pintu. Sayang desain peleknya seperti mobil tahun 2010an. Meskipun begitu desain palang lima tersebut membuat pelek tersebut mudah dibersihkan.

Melihat bagian belakangnya, desain bemper belakangnya juga terlihat sporty dengan adanya diffuser berwarna hitam pada bagian bawahnya.

Sedangakan di sebelah kiri dan kanan bempernya terdapat lampu reflector dengan cover lampu berbentuk segitiga. Lampu belakangnya juga sudah menggunakan teknologi LED dan sekilas mirip lampu belakang Honda Civic hatchback.

Interior

Masuk kedalam interiornya, sentuhan sporty juga sangat kental di dalam Toyota C-HR tersebut. Toyota menyematkan jok sport yang dilapis bahan kulit pada C-HR.

Posisi duduknya sangat ergonomis. Model setirnya juga keren. Terdapat berbagai macam tombol pengaturan di setir, termasuk tombol untuk memilih mode berkendara.

Sayang setir tidak bisa diatur secara telescopic dan pengaturan jok juga masih manual.

Selain itu, semua panel didalam dapat dijangkau dengan mudah. Berbeda dari model Toyota lainnya, C-HR mempunyai dasbor dengan konsep driver oriented.

Dimana semua tombol pengaturan, termasuk head unit di dasbor bagian tengah lebih menghadap ke bagian pengemudi.

Nah tombol pengaturan apa sajakah yang ada di dasbor tengah tersebut? Antara lain, terdapatnya layar tujuh inci yang dapat terkoneksi dengan DVD, Bluetooth, USB, AUX, weblink application dengan multi-tasking window. Lalu AC dual zone dengan angka penunjuk suhu model digital.

Sedangkan di bagian panel tengah bagian bawah terdapat tuas transmisi dengan model yang unik, tombol auto hold, rem tangan electric hingga tombol on/off sensor parkir. Mencoba duduk di jok belakang, kami yang mempunyai tinggi 180 cm bisa duduk nyaman.

Padahal dari luar body mobil ini terlihat kecil. Leg room dan head room sangat memadai.

Sayang door trim bagian belakang terbuat dari bahan plastik. Sehingga mudah baret. Padahal door trim bagian depan dan dasbor terbuat dari material yang bagus dengan bahan yang empuk. Selain itu mobil ini sudah mempunyai 7 airbag.

Rasa Berkendara

Setelah kami melihat eksterior dan interiornya, kami segera menyalakan mesin mobil ini. C-HR sudah menggunakan tombol start stop untuk menyalakan mesinnya. Kami pun memilih mode sport. Kami segera mencoba mobil ini di rute yang sudah disiapkan oleh panitia.

Saat di rute jalan aspal yang rata, kami mencoba akselerasi mobil ini. Kami penasaran dengan mesin berkapasitas 1.800 cc bertenaga 141 dk dan bertorsi 174 Nm ini. Dengan mode transmisi triptonik, kami merasa tarikan awal mobil ini tidak terlalu responsive. Mungkin karena menggunakan transmisi CVT.

Tapi setelah rpm menyentuh angka 4.000, tarikannya terasa responsive. Kami pun mencoba menikung dengan kecepatan 60 km/jam. Berbeda dari mobil SUV Toyota lainnya, C-HR mempunyai kestabilan yang luar biasa. Seolah mobil nurut saat diajak bermanuver.

Semua fitur keselamatan seperti vehicle stability control (VSC), ABS+EBD+BA bekerja sangat baik. Meskipun jalan cukup licin karena banyak pasir, tapi kami tidak merasa adanya gejala oversteer.

Sayang bannya masih menggunakan ban jenis eco untuk mengejar efisiensi. Sehingga handllingnya kurang sempurna.

Saat memasuki jalan berlubang dan tidak rata dengan permukaan konblock, bantingannya masih cukup nyaman. Guncangan tersebut seperti terserap oleh chassis Toyota Global terbaru, yaitu TNGA (Toyota New Global Architecture).

Hal tersebut juga karena mobil ini sudah menggunakan suspensi double wishbone pada bagian belakangnya dan MacPherson Strut pada bagian depan.

Rasa berkendaranya sungguh luar biasa. Benar benar berbeda dari mobil Toyota lainnya.

Selain itu mobil ini juga sudah dilengkapi fitur seperti blind spot monitor hingga rear cross traffic alert, rearview monitor system, hill-start assist control (HAC), traction control, auto-brake-hold, impact absorbing structure serta isofix child restrain system.

Kesimpulan

Dengan harga Rp 488,5 juta untuk warna single tone, dan Rp 490 jt untuk two tone, kami lebih menyukai warna single tone. Kami sangat suka dengan mobil ini. Benar-benar fun to drive karena chassis TNGA tersebut.

Awalnya kami merasa harga tersebut mahal. Tapi setelah kami mencobanya, sepertinya cukup masuk akal Toyota memasang banderol hampir setengah miliar tersebut.

Sayang mobil ini belum menggunakan lampu depan LED, electrick seat, panoramic, power back door dan door trim belakang soft touch.

[Gilang Budiman]