Royal Enfield Bullet 500 : Bermotor Ala Serdadu Inggris di PD II

Foto: aftermarketplus.id

AFTERMARKETPLUS.id – Ingin merasakan sensasi berkendara, seperti pasukan bermotor Kerajaan Inggris di era Perang Dunia (PD) II?. Tak salah kiranya apabila menunggangi motor Royal Enfield (RE).

RE3Motor asal Inggris yang kini diproduksi di India, mampu menyajikan sensasi tersebut. Maklum, Royal Enfield memang menjadi salah satu kendaraan, yang digunakan oleh pasukan gerak cepat Inggris, untuk menembus pertahanan musuh-musuhnya di masa PD II.

Kini beberapa varian RE tetap hadir di masa damai. Sebut saja Bullet 350, Bullet 500, Continental GT, Classic 350, Classic 500, Classic 500 Battle Green, Classic 500 Desert Strom, Classic Chrome dan Rumbler 500.

Namun RE tetap mempertahankan ciri khasnya, seperti di masa lalu. Hanya saja kuda besi ini telah mengalami penyesuaian di beberapa bagian. Ya, tentunya menyesuaikan dengan kondisi kekinian yang ada.

RE2Ketika berkesempatan menjajal RE Bullet 500, kesan pertama kalau ini ‘motor lelaki’ memang sangat kuat. Aroma retro pun terekam utuh dari kendaraan berkubikasi mesin 499cc ini.

Jujur, bisa dibilang motor Bullet 500 ini berat, karena bodinya yang nyaris full besi. Getarannya pun lumayan kencang. Tapi kembali, itulah sensasinya.

Oya sobat, jangan harap ada panel futuristik, seperti digitalisasi , charger ponsel, indikator bensin, dan lainnya di motor klasik khas Britania Raya ini. Bisa dikatakan Bullet 500 merupakan kulminasi dari warisan selama lebih dari delapan dekade. Mengedepankan gaya yang unik dan mengaplikan mesin macho nan khas.

Suara mesinnya memang terkesan cukup galak untuk motor retro. Ketika berhenti di lampu merah, hmm, lumayan mengundang perhatian pengendara lain untuk melirik kearahnya. Motor ini tak cukup lincah untuk bermanuver di kepadatan lalu lintas, khususnya kota Jakarta.

IMG_20180216_142859_240Karena memang mungkin konsep awalnya seperti itu. Tidak untuk selap-selip, melainkan untuk menikmati sensasi berkendara di jalan raya. Tapi kalau diajak touring antar kota, dengan lalu lintas yang tak sepadat Jakarta, bisa jadi lain cerita.

Bullet 500 masih menggunakan karburator dan teknologi dua busi (twin spark). Meski mengusung konsep konvensional, namun Bullet 500 telah lolos uji Euro 3. Dengan demikian Bullet 500 masuk kategori ramah lingkungan.

Royal Enfield Bullet 500 mampu menggelontorkan tenaga 26,1 PS pada putaran 5.100 rpm, dan torsi maksimal 40,9 Nm pada putaran 3.800 rpm. Sebagai informasi, di Indonesia, Bullet 500 dibanderol harga kisaran Rp81.300.000. Bagaimana, berani menerima tantangan?.

Rasakan sensasi berkendara ala serdadu Inggris di Perang Dunia II?.

[OBK]

About pekik udi irianto 849 Articles
1. Otomotif Tabloid, PT Dunia Otomotifindo - Group of Magazine as Photographer from May 2, 1994 to June 14, 2001 2. Otosport Tabloid, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photographer from June 15, 2001 to December 31, 2001 3. Otosport Tabloid, Automotive Media Supporting Unit, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2002 to December 31, 2002 4. Otosport Tabloid, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2003 to April 5, 2003 5. Auto Bild Magazine, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from May 6, 2003 to December 31, 2008 6. Photographic Section, Auto Bild Editorial Department, Automotif Media, Publishing II Division, PT Infometro Mediatama - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2009 to October 31, 2014 7. aftermarketplus.id as Editor in Chief from August 2, 2015 to present