MEMBANDINGKAN CHASSIS BUS DOUBLE DECKER MERCEDES-BENZ OC 500 RF 2542 VERSUS SCANIA K410IB

JAKARTA, AFTERMARKETPLUS – PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) baru saja melakukan serah terima 12 unit bus double decker Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 sebagai armada baru untuk Perusahaan Otobus (PO) Lorena dan Karina, Selasa (6/6/2017) lalu di kantor MBDI di Ciputat Tangerang Selatan.

Dibandingkan dengan seluruh line up bus-bus besar yang dipasarkan MBDI di Indonesia, Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 merupakan tipe bus paling mewah, baik jika dilihat pada fitur, teknologi maupun harga jualnya.

MBDI memasarkan bus Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 dalam dua pilihan, untuk aplikasi double decker dan one decker. Keduanya sama-sama menggunakan tipe chassis triple axle (6×2).

Kedua tipe ini sama-sama memiliki keistimewaan, yakni dimensi panjang bodinya. Bus triple axle ini bisa dibuatkan kabin bodinya oleh industri karoseri hingga maksimal 13 meter lebih. Pada bus biasa (bus single dengan penggerak 4×2), panjang maksimal kabin bus adalah 12 meter.

Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 dibekali mesin bertenaga besar tipe OM457LA berkapasitas 11.967 cc. Mesin ini sanggup menghasilkan tenaga puncak hingga 422 hp pada 2.000 rpm dan torsi tertinggi 1.900 Nm pada 1.100 rpm. Mesin ini sudah mengusung teknologi Bluetec khas
Mercedes-Benz dengan emisi gas buang Euro 3.

Mesin ini dipadukan dengan transmisi otomatis Ecolife 6-speed dari ZF. Kaki-kakinya menggunakan tipe suspensi independen dengan seluruh suspensinya tipe balon atau air suspension yang memberikan kenyamanan maksimal saat perjalanan jauh dan di rute bergelombang.

Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 menggunakan sistem pengereman Disk Brake dengan Electronic Stability Program (ESP), Sistem pengereman elektronis (EBS), ABS (antilock Breaking System) dan Brake Retarder untuk memastikan daya pengereman dan ASR.

Selain PO Lorena dan Karina, chassis Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 saat ini juga dipakai oleh PO Agra Mas untuk bus double decker. Agra Mas saat ini mengoperasikan 2 unit bus double decker di trayek Jakarta-Solo-Wonogiri.

Yang pasti, Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 bukan satu-satunya pemain di kelasnya. Ada satu kompetitor yang saat ini menempelnya ketat di peta persaingan bus malam segmen premium di Indonesia. Dia adalah Singa Swedia, Scania K410iB, yang di Indonesia dipasarkan oleh PT United Tractors Tbk.

Scania K410iB dibekali mesin diesel berkapasitas 13 liter tipe DC13 107 K01 4 Stroke 6- cylinder in-line, 4 valves per cylinder, dengan standar emisi gas buang Euro 3. Mesin ini sudah dilengkapi dengan turbo charged dan intercooler, Scania PDE Injection (separate electromagnetically controlled unit injectors) dan air cleaner untuk memastikan bahan bakar solar yang diasup bersih dari residu.

Mesin ini mampu menghasilkan tenaga maksimum 306kW (410 hp) pada 1900 rpm dengan torsi puncak 2000 Nm pada 1000-1350 rpm. Jika dibandingkan dengan Mercedes-Benz OC 500 RF 2542, tenaga maksimum yang mampu dihasilkan Scania K410iB tercatat 10 horse power lebih rendah.

Mesin ini dipadukan dengan gearbox GRS895R, 12-Speed range-splitter, dengan integrated hydraulic retarder. Chasis bus ini sudah menyandang fitur Opticruise dengan automatic Gear Shifting on manual gearbox, cruise control, dan downhill speed control.

Seperti Mercedes-Benz OC 500 RF 2542, kaki-kaki Scania K410iB menggunakan suspensi udara dengan extra heavy duty shock absorber dan anti roll bar pada roda depan dan roda belakang. Bus ini juga dilengkapi fitur Axle load display and overload warning.

Pemakai pertama untuk armada bus malam adalah PO Putera Mulya yang melayani trayek Jakarta-Solo-Wonogiri sebanyak dua unit.

Penulis: Egi Yudhistira
Editor : Pekik Udi Irianto