Ban Michelin Pilot Sport EV, Kunci Strategi Balap Elektrik Formula E

Foto: Istimewa

AFTERMARKETPLUS.id – Di ajang Kejuaraan Dunia ABB FIA Formula E 2022 pemilihan ban menjadi semakin vital dan penting dalam strategi memenangkan balapan.

Manager Program Formula E Michelin, Mirko Pirrachio mengatakan pembalap Formula E saat ini diberikan alokasi maksimum hanya delapan ban (dua set) per pertandingan e-prix, serta 12 ban untuk akhir pekan dengan dua kali pertandingan.

Artinya, Formula E adalah kejuaraan dunia FIA yang menggunakan paling sedikit ban. Sementara itu balapan akan dimulai dengan tahapan Grup di mana pembalap dibagi dua kelompok dan bertarung pada power 220kW, dilanjutkan tahapan Duel, perempat final, semi final dan final.

“Baik dalam tahapan Grup maupun Duel masing-masing tim diperbolehkan mengganti ban sesuai kebutuhan pembalap. Namun alokasi yang diberikan hanya dua pasang ban untuk digunakan sepanjang hari balapan, mulai dari sesi latihan, kualifikasi, hingga pertandingan. Sehingga mereka harus menggunakan ban yang sama berulang-ulang,” ujar Mirko.

Dengan demikian, pembalap akan sangat bergantung pada ban yang bisa optimal di segala cuaca serta memiliki daya tahan mumpuni. Michelin merupakan pemasok ban tunggal untuk kejuaraan Formula E sejak 2014 hingga 2022.

Ban yang digunakan pada musim pertama dan kedua di 2014 dan 2015 adalah Michelin Pilot Sport EV. Mulai kejuaraan musim ketiga pada 2016, Michelin memperkenalkan seri Pilot Sport EV2 yang jauh lebih efisien ketimbang pendahulunya.

Ban ini merupakan yang pertama dengan ukuran 18 inci yang digunakan dalam kejuaraan dunia dengan kendaraan single-seater. Bahkan kejuaraan lainnya termasuk Formula 1 masih menggunakan ban 13 inci dan baru beralih ke 18 inci mulai tahun ini.

Secara rancang bangun Pilot Sport EV sangat mirip dengan ban yang digunakan di jalan raya pada umumnya dengan pola tapak dan ukuran yang sering dijumpai pada kendaraan touring. Namun, Pilot Sport EV untuk kejuaraan Formula E dilengkapi teknologi yang memungkinkan ban digunakan sepanjang kejuaraan dari awal hingga akhir, mulai dari sesi latihan, kualifikasi, hingga balap pertandingan.

Lokasi balap pun bervariasi, dan umumnya merupakan jalan raya yang disulap menjadi lintasan balap juga memberikan tantangan tersendiri bagi para pembalap. Mobil Formula E tidak menghasilkan banyak downforce aerodinamis dan membutuhkan teknik pengereman khusus yang berbeda dari seri balap lainnya. Sehingga, akan berdampak pada suhu ban belakang yang harus segera diatasi dengan tingkat torsi tinggi yang merupakan fitur mobil listrik.

Sesi pertandingan Formula E musim ke delapan berikutnya akan diadakan di Roma (Italia) pada bulan April, lalu menyusul Monaco, dan Berlin (Jerman). Jakarta dijadwalkan menjadi tuan rumah pada 4 Juni mendatang, sebelum seri berlanjut ke Vancouver (Kanada), New York (USA), London (UK) dan berakhir di Seoul (Korea Selatan) pada Agustus mendatang.

Michelin merupakan salah satu founding fathers dari kejuaraan FIA Formula E di mana seri pertamanya dilaksanakan di Beijing, China pada September 2014. Kejuaraan Formula E diharapkan menjadi ajang untuk menampilkan ban-ban hasil pengembangan Michelin untuk kendaraan elektrik.

[EYD]