Banyak Kebutuhan Ban yang Belum Dapat Diproduksi di Dalam Negeri, Impor Ban Masih Dibutuhkan

AFTERMARKETPLUS.id – Gabungan Importir dan Pengusaha Ban Indonesia (GIMPABI) menerangkan pentingnya sebuah ban dalam menunjang kegiatan industri dan pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini.

Suplai ban impor masih digunakan sebagai komponen penunjang dalam berbagai industri seperti pertambangan, perkebunan, logistik dan transportasi.

Ary Tjahyono, Ketua GIMPABI mengatakan meskipun Indonesia merupakan salah satu negara penghasil ban yang cukup besar, namun banyak kebutuhan ban yang belum dapat diproduksi di dalam negeri.

“Kesenjangan antara kebutuhan dan permintaan apabila tidak ditangani dengan tepat dapat meningkatkan biaya logistik yang akhirnya ikut menyumbang terhadap kenaikan harga (inflasi) berbagai produk dan jasa,” terang Ary melalui siaran pers, Selasa (12/7).

Pernyataan ini disampaikan menanggapi informasi yang beredar mengenai pasar ban di dalam negeri telah dikuasai oleh ban-ban impor. GIMPABI menegaskan bahwa informasi ini tidak benar dan tidak berdasarkan data yang akurat.

Badan Pusat Statistik mencatat selama 2021 impor ban mencapai USD123,6 juta, sementara ekspor mencapai lebih dari USD1,5 miliar – sehingga Indonesia merupakan negara net-eksportir untuk produk ban roda empat dan roda dua.

Pasar ban di Indonesia saat ini telah dikuasai oleh produsen ban lokal. Sementara produksi ban lokal didominasi oleh ban mobil penumpang dan ban motor.

“Impor ban dilakukan untuk segmen produk yang hingga saat ini belum dapat dipenuhi atau diproduksi oleh pabrikan lokal, sehingga memiliki pasar tersendiri yang berbeda dan tidak mengancam industri ban dalam negeri,” imbuh Ary.

Pada saat yang sama Indonesia masih menjadi tujuan investasi dan pengembangan usaha industri ban yang terus berkembang, terbukti dengan masuknya investasi-investasi baru di sektor ini maupun di sektor pendukungnya seperti produksi karet alam dan kimia.

[EYD]